Menakar Etika Digital Melalui Ranah Komunikasi Humanis

Pendidikan14 views

Yogyakarta, SURYADINAMIKA.NET – Ruang kuliah Program Studi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pagi itu, Kamis (18/6/2026), mendadak hening ketika sebuah tayangan analisis media diputar. Di era banjir informasi digital saat ini, pesan yang lalu lalang di layar gawai kerap kali membawa serta percikan kekerasan simbolik tanpa disadari oleh para penggunanya. Lanskap ruang siber yang makin riuh mendorong para akademisi untuk melihat kembali bagaimana sejatinya manusia saling bertukar sapa di dunia maya secara beradab.

Fenomena inilah yang melatarbelakangi kehadiran Prof. Dr. Hj. Khusnul Khotimah, M.Ag., Guru Besar dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, sebagai dosen tamu di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga. Melalui kuliah umum bertajuk “Komunikasi Humanis: Membedah Kekerasan di Media”, ruang akademik tersebut diubah menjadi wadah refleksi kritis bagi mahasiswa pascasarjana untuk mengurai benang kusut etika digital kontemporer.

Dalam pemaparannya, Prof. Khusnul mengajak audiens membedah realitas media menggunakan pisau analisis teoretis, mulai dari analisis framing Robert N. Entman, semiotika, hingga analisis wacana kritis. Langkah ini krusial agar calon praktisi dan akademisi komunikasi mampu mendeteksi bias serta muatan kekerasan tersembunyi dalam sebuah produk jurnalistik maupun konten digital. Menurutnya, benteng utama dalam menghadapi distorsi informasi tersebut adalah penanaman rasa kemanusiaan yang mendalam di ruang virtual.

“Kita perlu menumbuhkan digital empathy, yakni sikap memahami dan peka terhadap perasaan diri sendiri serta orang lain di media sosial. Ini adalah wujud nyata dari akhlak karimah digital, di mana kita dituntut memperhatikan tata bahasa dengan hati-hati sebelum membagikan sesuatu, agar tidak menyakiti perasaan orang lain,” tutur Prof. Khusnul dengan tenang di hadapan para peserta.

Semangat untuk membedah etika komunikasi ini disambut baik oleh pengelola fakultas. Wakil Dekan Bidang I FDK UIN Sunan Kalijaga, Pak Pajar, menyampaikan bahwa efektivitas pesan di era digital sangat bergantung pada bagaimana cara komunikator mengemas keunikan serta kejujuran pesan itu sendiri. Ia mengingatkan mahasiswa mengenai kompleksitas wacana siber yang kerap kali dimanipulasi oleh kepentingan tertentu melalui strategi pembingkaian.

“Dunia hari ini penuh dengan pengetahuan yang sengaja di-framing. Melalui kajian komunikasi humanis seperti ini, kita belajar melihat bagaimana pesan dikonstruksi agar masyarakat tidak terjebak dalam arus distorsi informasi yang menyesatkan,” ungkap Pak Pajar saat memberikan sambutan pembuka kegiatan.

Di sisi lain, dimensi akademik ini juga tidak terlepas dari upaya memperkuat ekosistem kelembagaan. Ketua Program Studi Magister KPI UIN Sunan Kalijaga, Pak Rozak, menegaskan bahwa kehadiran dosen tamu lintas kampus merupakan bagian dari komitmen prodi untuk memperluas jejaring ilmiah sekaligus menjaga mutu berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa kerja sama akademik seperti ini akan selalu mendatangkan manfaat positif bagi kedua belah pihak. Ini adalah ikhtiar bersama untuk memperkaya khazanah keilmuan mahasiswa sekaligus mempertahankan predikat unggul program studi dalam ranah akreditasi,” kata Pak Rozak hangat.

Kuliah dosen tamu yang berlangsung interaktif ini ditutup dengan sesi dialog dan foto bersama seluruh civitas akademika yang hadir. Di tengah laju teknologi kecerdasan buatan dan dinamika media sosial yang kian cepat, diskusi hari itu meninggalkan satu pesan moderat yang mendalam: bahwa secanggih apa pun medium komunikasi berkembang, aspek kemanusiaan dan kepekaan rasa harus tetap menjadi jangkar utama dalam setiap pesan yang disiarkan ke ruang publik.
—-
Khabiburahman 

Komentar