
Karawang – SURYA DINAMIKA.NET – Sebanyak 46 masyarakat dusun Cariu 2 Desa Cariu Mulya Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang Jawa Barat,diduga mengalami keracunan makanan usai mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada kegiatan posyandu setempat, Kamis (16/4/2026).
Menyusul kejadian itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Telaga Mulya 2.
Peristiwa bermula sekitar pukul 13.00 WIB saat warga menerima paket MBG yang dibagikan dalam kegiatan posyandu. Paket makanan tersebut berisi nasi, sayur wortel tumis jagung, dan telur iris.
Sekitar dua jam setelah dikonsumsi, sejumlah penerima manfaat mulai merasakan gejala mual, pusing, muntah, sakit perut, diare, serta kondisi tubuh melemah.
Kepala Satgas MBG Kabupaten Karawang, M. Ridwan Salam, menyatakan penghentian operasional SPPG dilakukan berdasarkan surat keputusan resmi dari BGN Pusat. Kebijakan itu diambil sebagai langkah penanganan awal sekaligus evaluasi menyeluruh.
“Operasional dihentikan sementara hingga evaluasi selesai. Fokus evaluasi meliputi standar operasional prosedur (SOP), kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta mekanisme pengolahan dan distribusi makanan,” ujar Ridwan,Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, tim kesehatan bersama BGN telah melakukan investigasi di lokasi kejadian. Pemerintah Kecamatan Telagasari juga turut memfasilitasi pelayanan kesehatan bagi para korban.
BGN menegaskan,pentingnya pengawasan ketat terhadap keamanan pangan, kebersihan, serta kualitas bahan baku dalam pelaksanaan program MBG.
Selain itu, BGN akan menindaklanjuti kemungkinan sanksi terhadap pengelola SPPG jika ditemukan pelanggaran serius.
“Keselamatan penerima manfaat adalah prioritas utama. Pengelola harus bekerja profesional agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Ridwan.
Salah satu keluarga korban, Wendi, menceritakan kejadian yang dialami istrinya, Rina Kartika, dan anaknya Zhian (4). Keduanya mengonsumsi paket MBG saat mengikuti kegiatan posyandu sekitar pukul 13.00 WIB.
Pasien korban diduga keracunan makanan sajian paket MBG
“Sekitar pukul 15.00 WIB, istri saya mulai mengeluh mual, pusing, lalu muntah-muntah. Badannya juga lemas. Anak saya yang ikut makan juga mengalami hal yang sama,” kata Wendi.
Dalam kondisi panik, Wendi membawa istri dan anaknya ke bidan Sehan di desa setempat. Namun karena kondisi tidak kunjung membaik, Wendi lalu membawa anak beserta istrinya ke Klinik Pratama dr. Ida Telagasari pada Kamis malam dan menjalani perawatan hingga Sabtu malam (18/4/2026).
“Alhamdulillah sekarang sudah membaik. Untuk biaya pengobatan dibantu Pak Rizki pihak pengelola SPPG,” ujarnya.
Berikut 46 warga yang dilaporkan terdampak, Giri Maulana, Diandra, Reyhan, Adam, Nazwa, Laesha, Aras, Aris, Tarsan, Adnan, Tania, Aidil, Desih, Silvi, Asiah, Aiza Nuha, Chelvan, Fauzan, Zhian, Solihin, Ghazz, Bihan, Grisela, Rika, Desti, Dina, Aulia, Fardhan, Muslimah, Jeehan, Reyhan (lainnya), Hana, Airin, Kaiden, Acam, Sayem, Malika, Alif, Rasya, Ayu, Azka, Elvano, Gisela, Wiwin, Deti, dan Uyan. (Pri)











Komentar