Wali Murid SDN Dayeuhluhur II Protes Mutasi Kasek.

Berita274 views

Karawang, SURYADINAMIKA.NET- Rotasi dan mutasi pegawai maupun pejabat pemerintahan sudah merupakan hal biasa, selalu terjadi untuk memberikan situasi bekerja yang baru, tentu tujuannya untuk mendapatkan hasil kerja yang lebih baik.

Tidak demikian halnya bagi masyarakat. Seorang pejabat yang bertugas di tengah masyarakat akan diposisikan dalam status sosial yang saling mempengaruhi dan terjadi saling interaksi. Seperti halnya yang terjadi di Desa Dayeuhluhur Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang. Orang tua murid SDN Dayeuhluhur II menolak mutasi Yoyo Sunaryo,S.Pd, sebagai kepala sekolah yang dimutasi ke sekolah lain.

Hal itu diungkapkan orang tua murid SDN Dayeuhluhur II pada rapat orang tua, Selasa 7 April 2029. Awalnya rapat itu merupakan rapat tahunan yang dilaksanakan oleh Komite Sekolah membahas rencana kegiatan sekolah dalam menutup tahun ajaran sekaligus halal bilhalal Iedul Fitri 1447 H.

Tapi begitu Yoyo Sunaryo mengumumkan bahwa dirinya dimutasi ke sekolah lain yang berlaku sejak 1 April 2026, orang tua murid merasa kaget, dan spontan menolak dimutasi. Beberapa tokoh yang hadir di rapat itu memberikan pernyataan penolakan.

HM Ma’sum, Ketua Komite Sekolah menyatakan tegas menolak mengingat pihaknya sudah menjalin kerja sama yang baik dalam berbagai program membangun sekolah.

“Saya secara pribadi tadi juga sudah dijelaskan walaupun dalam acara ini ada kata perpisahan untuk kepala sekolah, tapi saya pribadi, sebagai ketua Komite menolak pemindahan pak Yoyo untuk pindah ke SD lain. Makanya tadi saya serukan pada moderator atau MC, acara perpisahan tidak ada, dipending. Kita pertahankan sebisa mungkin. Itu secara pribadi. Kalau menurut tugas dan kewajiban saya sebagai ketua Komite yang mengatasnamakan wali murid itu sudah kita lihat dan kita dengar semuanya semua ibu-ibu dan bapak-bapak wali murid SDN Dayeuhluhur II menolak pengalihan pak Yoyo ke SD lain,Ā  apapun yang terjadi kami menginginkan pa Yoyo tetap di SDN Dayeuhluhur II untuk meneruskan program-programnya yang belum terealisasi. Kalau boleh, dan seharusnya ya harus, itu dipertahankan sampai masa pensiun. Itu komitmen kami.” paparnya.

Sependapat dengan ketua komite, seorang orang tua murid,Ā  Tatang menegaskan penolakannya atas mutasi itu.

“Sebenarnya kami para orang tua kaget hari ini pak Yoyo mengumumkan dimutasi ke SD lain. Kami dengan spontanĀ  dari para orang tua menyatakan kebulatan tekad untuk mempertahankan beliau sampai masa jabatan pensiun, kalau bisa. Kenapa ? Karena ada beberapa hal yang menurut penelitian kami, rekam jejak pak Yoyo selama empat tahun menjabat di SD ini sudah terbukti bahwa pembangunan, bahkan ada istilahnya kami merasakan untuk pembangunan pagar saja beliau berani berkorban diawal. Ketika hasil rapat dengan orang tua dana tidak tersedia, beliau ambil alih dengan sakunya pribadi untuk diawali dengan membangun dulu tidak lagi memikirkan bagaimana tentang dana tersedia. Makanya kami para orang tua wali murid, kedepan beliau ada wacana, usulan kami tentunya, untuk membangun gapura, papingblox atau pengecoran halaman, juga penyambungan pemagaran. Beliau ketika ditanya emang program utama beliau di tahun depan. Makanya kai para orang tua wali muridĀ  menyatakan kebulatan tekadnya untuk mempertahankan beliau sampai dengan hal yang direncanakan minimal dua tahun ini untuk terbukti yang menjadi agrndq beliau dalam pembangunan SD ini.” Ujar H.Tatang yang mengklaim mewakili seluruh orang tua murid SDN Dayeuhluhur II.

Kontributor: Wa Andes

Editing : Ks.

Komentar