Hari ini Sembilan Desa di Kabupaten Karawang Serentak Menggelar Pilkades Sistem Digital

Berita, Daerah349 views
Bupati Aep Syaepuloh menyambangi TPS Pilkades Cikampek Utara

Karawang – SuryaDinamika.net – Sembilan desa di Kabupaten Karawang Jawa Barat hari ini secara serentak menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) sistem digital, Minggu, 28 Desember 2025.

Pilkades sistem digital di wilayah Kabupaten Karawang diawali pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 14.00 WIB. Dilanjut kemudian dengan penghitungan suara pada pukul 16.00 WIB.

Bupati Karawang H.Aep Syaepuloh bareng Forkopimda Pemkab Karawang dan anggota Komisi 1 DPRD Jabar Sri Rahayu Agustina serta perwakilan Kemendagri sejak pagi hari nampak sudah meninggalkan kantornya melakukan monitoring ke sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) Pilkades pada wilayah dipimpinnya .

Bupati Aep dan rombongan nampak menyambangi TPS Desa Jatisari di Kecamatan Jatisari dan TPS Desa Cikampek Utara di Kecamatan Kotabaru.

Dari TPS Pilkades dikunjungi, Bupati Aep melihat langsung kuatnya animo warga desa mengikuti Pilkades digelar. Masyarakat desa setempat nampak rela antri berpanas-panasan hanya untuk memilih calon Kepala Desanya sesuai pilihan hati nuraninya.

Nampak dalam kegiatan Pilkades Kabupaten Karawang ini, Kepala Dinas PMD Propinsi Jabar Drs. Ade Mochamad Ade Afriandi MT yang hadir langsung ke TPS Desa Wanakerta Kecamatan Telukjambe Barat bersama Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono, dari Partai PDI Perjuangan.

Dikonfirmasi Suryadinamika.net seputar digelarnya Pilkades sistem digital serentak pada sembilan desa di Kabupaten Karawang hari ini di TPS Desa Cikampek Selatan, Ikmal, Vendor ITE, rekanan DPMD Provinsi Jabar dari PT. Bentang Inspirasi Tekhnologi (BIT) yang kepada SuryaDinamika.net mengaku menjadi pemerhati Pilkades sistem e-Voting Indonesia menjelaskan, jika proses pelaksanaan Pilkades sistem digital hari ini digelar pada sembilan desa di wilayah Kabupaten Karawang adalah dilaksanakan dengan sistem full digital,

“Artinya dalam proses Pilkades ini tidak ada dilakukan pencoblosan kertas suara,” jelas Ikmal.

Ikmal menyebut, seharusnya yang namanya full digital itu tidak menggunakan kertas sama sekali, walau kertas untuk ditanda tangani sekalipun.”Seperti halnya Pilkades Kabupaten Indramayu yang dilaksanakan Hibrid,” terang Ikmal .

Disisi lain Ikmal pula meyakinkan , bahwa yang namanya Pilkades versi digital adalah sebagaimana yang hari ini dilaksanakan di Karawang.

“Kami rasa model Pilkades cara ini adalah yang terbaik untuk dilaksanakan di Indonesia. Karena dengan mengkombinasikan kelebihan utama manual dan digital, si pemilihnya dapat terlihat langsung ketika dia datang atau tidaknya. Pula kemudian dengan dilakukannya proses pengecekan jari tangan dari pemilih bersangkutan, adakah bekas tinta atau tidak,” ujar Ikmal seraya menceriterakan bahwa proses Pilkades seperti ini telah sukses digelarnya di Kabupaten Indramayu saat lalu, ungkapnya.

Ikmal menegaskan, bahwa yang namanya e-voting itu seharusnya terkoneksi ke server, agar semua prosesnya terpusat. Suara pemilih Pilkades juga tidak usah lagi dilakukan pengecekan satu persatu.

“Namun tantangannya adalah integritas server dan integritas orangnya, termasuk standarisasi ISO, sebut Ikmal seiring mengingatkan kalau mau dengan prinsip server ISO, itu harus bisa diyakini benar soal standarisasi e- votingnya,keamanan informasi dan privasinya.

Namun inipun belum cukup,karena kesemuanya itu dikembalikan kepada kepercayaan masyarakat itu sendiri. Sebenarnya kalau Pilkades pakai server, biayanya akan lebih murah, karena tidak usah lagi memobilisasi banyak orang dan tidak perlu lagi memasukan kertas suara ke kotak. Situasinya sangat berbeda dengan Pilkades yang hari ini digelar di Karawang yang tidak pakai server. Server digunakan hanya untuk olah DPT, pungkas Ikmal, seiring menyebutnya untuk pemilih lanjut usia (lansia) yang bersangkutan dipandu oleh anggota keluarganya saat menentukan pilihannya di TPS .

Suryadinamika.net mencatat, Pilkades Cadaskertajaya Kecamatan Telagasari mendata suara pemilih yang masuk 2.478 dengan 242 hak pilih tidak hadir di TPS terkait alasan pemilih bersangkutan tengah bekerja menjadi buruh migran.

Dari jumlah 2.720 hak pilih di TPS Pilkades Cadaskertajaya, calon kades incumbent nomor urut (2) H. Nurki kembali dipercaya oleh masyarakat desanya untuk memimpin desa ini dengan sukses mengantongi 1.269 suara pemilih, menyingkirkan suara Pilkades rival politik Ade Wawan Saputra calon kades nomor urut (1) ,yang harus puas hanya mengantongi 1.119 suara pendukungnya.

Sementara dari TPS Pilkades Desa Balongsari kecamatan Rawamerta, calon kades dengan nomor urut (1) Wadma sukses mengantongi 1.980 suara mengungguli rivalnya Andika Budi Tresna calkades nomor urut (2) yang hanya mendapat 47 suara pendukung.

Kemudian dari TPS Pilkades Desa Wanakerta Kecamatan Telukjambe Barat, calon kades nomor urut (4) Amah Maryamah, sukses mengantongi 2.275 suara, menyingkirkan tiga rival politiknya, yakni, H.Kanta Kurnia nomor urut (1) yang mengantongi suara 1.439, disusul oleh calon kades nomor urut (2) Suhendar yang mengantongi 303 suara, kemudian calon kades nomor urut (3) Sukandi yang hanya mengantongi 98 suara.

Dari TPS Desa Payungsari Kecamatan Pedes, SuryaDinamika.net mencatat, dari 4.691 suara pemilih masuk ke meja panitia, calon kades incumbent nomor urut (2) Amas Subhan S.Hut kembali dipercaya masyarakat setempat untuk memimpin desa ini. Amas Subhan unggul mengantongi 2.612 suara, melampaui suara rival politiknya Faisal dengan nomor urut (2) yang harus puas hanya mengantongi 2.036 suara.

Panitia Pilkades setempat mencatat ada 43 suara yang dinyatakan tidak sah. Sementara hingga Minggu tengah malam, masih terdengar riak-riak suara ketidakpuasan diungkapkan. pendukung kandidat tersingkir. Terkait ini Satpol PP Pemda Karawang pun cepat bertindak, segera mengamankan kotak suara dan mengamankannya di Mako nya.

Dari TPS Desa Sarimulya Kecamatan Kotabaru, calon Kades nomor urut 3 Jumadi mengantongi 2.862 suara, disusul calon kades nomor urut (1) Samsudin dengan 1.875 suara, lalu H.Tatang Hidayat calon kades nomor urut (2) dengan 1.134 suara dan calon kades nomor urut (5) Agus Royan harus puas dengan memperoleh 93 suara.

Dari TPS Desa Jatisari Kecamatan Jatisari, Suryadinamika.net mencatat, perolehan suara calon kades nomor urut (2) Casmita mengungguli ketiga rival politiknya. Casmita mengantongi 1.190 suara, disusul Asmadi nomor urut (4) yang mendapat 1.080 suara, kemudian nomor urut (1) Hamdan Majid mendapatkan 788 suara dan nomor urut (3) Kahfi Adung Putra harus puas hanya mengantongi 504 suara.

Dari TPS Desa Tanjungmekar Kecamatan Pakisjaya, calon kades nomor urut (2) Helen Aini Syifa sukses kantongi 980 suara, disusul nomor urut( 3) Asep Safei dengan 902 suara, lalu nomor urut (4) Najarudin mendapat 274 suara,dan calon kades nomor urut (5) Hermanto mengantongi 30 suara . Sementara calon kades nomor urut (1) Hasan Asari harus puas hanya mengantongi 19 suara saja.

Selanjutnya dari TPS Desa Cikampek Selatan Kecamatan Cikampek perolehan suara calon kades nomor urut (5) Edi Suparjono unggul diatas suara keempat orang rival politiknya. Edi Suparjono sukses mengantongi 1.188 suara pendukungnya. Sementara calon kades nomor urut (1) Junaedi mengantongi 1.141 suara dan calon kades nomor urut (4) Yana Suryana mengantongi 1.109 suara. Calon kades nomor urut (2) Sujani mengantongi 863 suara, sedangkan calon kades nomor urut (3) Thomas Agustin Ateng harus puas dengan mengantongi 394 suara.

Dari TPS Desa Cikampek Utara Kecamatan Kota Baru, perolehan suara pilkades calon kades nomor urut (2) Umar sukses kantongi 3.236 suara, disusul oleh calon kades nomor urut (4) Didin Syamsudin yang mengantongi 3.218 suara, lalu calon kades nomor urut (1) Asep Yaya mengantongi 1.748 suara . Calon kades nomor urut (3) Samsul Kholik harus puas mengantongi 199 suara, pula dengan calon kades nomor urut (5) Syarif Hermansyah yang harus juga puas walau hanya mengantongi 46 suara. (Pri)

Komentar

Jangan Lewatkan