Indah Sari Dewi : Jangan lagi Ada Tiara Lain Jadi Korban Gagal Infus Rumah Sakit Di Karawang

Berita, Kesehatan519 views
Ny.Indah Sari Dewi ,ibunda anak balita Tiara korban gagal infus RS.Permata Keluarga Karawang didampingi Randy Tyas Putranto,SH (kuasa hukum keluarga) saat bertamu ke PWI Karawang untuk mencurahkan isi hatinya

SuryaDinamika.netKarawang – Kasus gagal infus diperbuat tenaga medis rumah sakit Permata Keluarga beralamat di desa Sukaharja Kecamatan Teluk Jambe Timur Karawang terhadap balita Tiara (4) anak dari Indah Sari Dewi (28) warga RT.011/003 Batujaya pada tanggal 28 April 2025 lalu, menjadi tranding topik sejumlah media online di Karawang pekan ini.

Gencarnya pemberitaan media Online di Karawang menyoal peristiwa terjadi, menjadikan Kapolres Karawang Polda Jawa Barat AKBP Fiki Novian Ardiansyah serta Kepala Dinas Kesehatan Karawang Endang Suryadi langsung bersikap.

Menindaklanjuti STTLP /B/531/V/ 2025/SPKT/ POLRES KARAWANG / POLDA JAWA BARAT Tanggal 3 Mei 2025, atas nama pelapor Indah Sari Dewi warga RT.011/ RW 003 Batujaya, Polres Karawang pada Kamis siang 22 Mei 2025 memanggil pihak Rumah Sakit Permata Keluarga guna dimintai keterangan. Polisi menyebut, perkara ini tengah dalam penyelidikan.

Hadir bertamu bareng Randy Tyas Putranto, kuasa hukum keluarganya, di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Kabupaten Karawang pada Kamis siang 22 Mei 2025, kepada awak media setempat, Indah Sari Dewi menyampaikan, bahwa Tiara putrinya, adalah anugerah dari langit dan jawaban Allah SWT atas doa yang ia panjatkan dibawah derai air mata selama delapan tahun, usai empat kali gagal di program bayi tabung.

Indah Sari Dewi menegaskan, Tiara merupakan sinar kehidupan keluarganya, dari upayanya mengikuti program bayi tabung yang kelima kalinya.

Dalam rona wajah kecewa, Indah Sari Dewi mengungkapkan kegundahan hatinya atas perlakuan tenaga medis RS.Permata Keluarga terhadap Tiara,anak kesayangannya.

“Tiara, adalah anak yang aku perjuangkan dengan seluruh jiwa raga. Delapan tahun aku menunggu kehadirannya, setelahnya empat kali aku gagal dalam program bayi tabung. Namun, ketika aku berfikiran perjuangan ini telah selesai, ternyata salah, karena rupanya penderitaan hidupku baru saja dimulai, kata Indah.

” dan, sinar itu kini redup, berganti dengan rasa takut dari trauma mendalam, serta luka yang tergores di usia Tiara yang belum genap lima tahun, ucap Indah Sari Dewi kemudian dengan sorot matanya berkaca-kaca menahan tangis.

Indah Sari Dewi

Indah lalu menceriterakan bagaimana ketika bocah perempuan kesayangannya itu diperlakukan sangat tidak layak oleh tenaga medis di ruang fasilitas kamar VVIP Rumah Sakit Permata Keluarga Karawang.

Dalam rekaman video, nampak empat orang tenaga medis Rumah Sakit Permata Keluarga tengah memegangi tubuh mungil Tiara yang masih berusia 4 tahun, saat mana dilakukan prosedur pemasangan infus .

Diusia belianya, Tiara harus menderita pecah pembuluh darah, akibat gagalnya pemasangan jarum infus oleh tenaga medis RS.Permata.
Tak cuma fisik yang luka, namun jiwa anak itupun terguncang dalam trauma psikis.

“Sejak peristiwa itu terjadi padanya, Tiara takut melihat orang ramai. Dia akan menangis dan menjerit kalau melihat orang berkumpul. Padahal sebelumnya dia anak yang ceria. Tiara kini lebih memilih diam menutup diri,” ucap Indah, menyeka air matanya.

Tiara selalu bilang, ‘Mama, Tata mau di rumah aja, takut disuntik.’sebut Indah menirukan kalimat trauma disampaikan oleh anak perempuannya di setiapkali ia mengajak anaknya ke psikolog.

“saya sangat sakit melihat itu semua, sambung Indah mengungkapkan kebimbangan hidupnya dalam intonasi suara lirih dan gemetar.

“Saya mohon Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, bisa membantu menuntaskan masalah yang tengah saya hadapi ini. Jangan lagi ada Tiara-Tiara lainnya yang menjadi korban gagal infus oleh tenaga medis rumah sakit. Kami telah membayar kontan kelas super VVIP Rumah Sakit Permata Keluarga, namun anak kami diperlakukan seperti begitu. Kalau kami yang membayar kontan saja diperlakukan begitu oleh Rumah Sakit Permata Keluarga, lalu bagaimana dengan mereka para pengguna BPJS ?!” tanya Indah penuh kecewa.

Kisah balita Tiara anak dari Indah Sari Dewi, adalah gambaran potret buram bobroknya sistem layanan kesehatan di Kabupaten Karawang Jawa Barat berjargon ” KARAWANG MAJU “.

Layanan Rumah Sakit di Kabupaten Karawang kekinian, nampak lebih mengutamakan duit cash dari pasiennya ,ketimbang memberikan sistem pelayanan terbaik bagi pasiennya.

Tangisan masyarakat Batujaya Indah Sari Dewi , adalah jeritan pedih hati rakyat yang wajib didengar dan disikapi serius oleh Gubernur Jawa Barat, oleh Bupati Karawang dan oleh mereka yang masih memiliki naluri kemanusiaan kuat. (Pri)

Komentar