120 Mahasiswa STTI Sony Sugema Angkatan II Diwisuda

Berita, Pendidikan150 views
Ketua STTI Sony Sugema Deden Ardiansyah menyampaikan plakat penghargaan bagi 3 orang lulusan terbaik

SuryaDinamika.net, Karawang – Sekolah Tinggi Tekhnologi Informatika (STTI) Sony Sugema di Ballroom Dewi Air Resto Interchange Kecamatan Telukjambe Timur Karawang menggelar wisuda 120 sarjana ilmu komputer Angkatan ke II, Sabtu 23/8/2025 siang.

Melalui tema Empowering the Digital Generation Soft Skills Meet Smart Tech, Ketua STTI Soni Sugema Deden Ardiansyah menandaskan, Soft Skills dan tekhnologi adalah untuk saling melengkapi.

“Generasi digital Indonesia diharapkan tangguh di dunia,” ujar Deden Ardiansyah.

Senada ungkapan Deden , Ketua DPRD Karawang H.Endang Sodikin SH,MH mengaku bersyukur dengan digelarnya wisuda Program Studi Informatika ini.

“Hari ini di Karawang terlahir lagi 120 sarjana komputer dari Kampus Sekolah Tinggi Tekhnologi Informatika Sony Sugema Karawang. Diharapkan, lulusan STTI Sony Sugema Karawang akan bisa berdaya saing tinggi berkompetisi menciptakan UMKM dan menekan angka pengangguran Kabupaten Karawang,” kata H .Endang Sodikin.

Ketua DPRD Karawang berharap lulusan STTI Sony Sugema berpartisipasi aktif membangun Kabupaten Karawang seutuhnya dan membangun Indonesia lebih baik lagi.

H. Endang Sodikin yang juga menjadi pengurus Asosiasi Badan Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia itu optimis, alumni STTI Sony Sugema berbekal disiplin ilmu dikantonginya akan mudah diterima di lingkungan perusahaan.

Dikesempatan ini, Konsultan sampah se Asia Tenggara yang membidangi pengolahan berbagai limbah industri Johji Hayashi berujar, pentingnya generasi muda Karawang membangun semangat hidup optimal dalam menghadapi tantangan kehidupan saat ini.

Dikatakan Johji Hayashi, Sekolah Tinggi Tekhnologi Informatika Sony Sugema telah menyiapkan mahasiswanya bahasa Jepang untuk menatap kehidupan kedepannya lebih baik dengan mau bekerja di Jepang.

Di kesempatan ini Johji Hayashi meminta seorang alumni dari STTI Sony Sugema untuk bergabung dengan perusahaannya di Jepang.

Sementara dikatakan Ketua Yayasan Tunas Informatika Indonesia, Ir.Asnun Zainuddin, menyikapi situasi terkini tentang formasi tenaga kerja di Karawang belakangan ini menurutnya, terkendala oleh over suplay tenaga kerja dan tidak matchnya posisi sarjana dengan lapangan kerja tersedia karena alih fungsi tenaga kerja manusia oleh robotic pada sejumlah perusahaan.

“Karenanya, dengan Soft Skill dimiliki alumni STTI Sony Sugema, ini akan membawa persentase besar bagi keberhasilan hidup alumni,” kata Asnun.

Dikegiatan ini, perwakilan Lembaga Layanan Perguruan Tinggi wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Didik Nursidik mengapresiasi keberadaan STTI Sony Sugema di Kabupaten Karawang.

“Hari ini bukan akhir dari perjalanan, namun hari ini awal babak baru dalam kehidupan. Jaga integritas, bangun jejaring dengan semua pihak,” pesan Didik kepada alumni.

Ketua Yayasan Sony Sugema Ir. Asnun Zaenuddin (kanan menghadap kedepan) didampingi Ketua STTI Sony Sugema Deden Ardiansyah M.Kom (kiri) bersama ketua panitia penyelenggara wisuda angkatan II STTI Sony Sugema Tahun 2025

Selain kepada alumni, sejumlah pesan moral disampaikan pula oleh Didik Nursidik kepada pengelola STTI Sony Sugema. Didik menekankan, STTI Sony Sugema agar terus dan terus meningkatkan sarana dan prasarana kampus serta mutu perkuliahannya. Konsisten meningkatkan jenjang akademik dosen dengan jabatan fungsional hingga nantinya terbit Guru Besar.

“Lulusan STTI Sony Sugema agar menjadi job creator dan untuk sekolah STTI Sony Sugema agar tetap ikuti regulasi Tri Dharma Perguruan Tinggi diterbitkan Kementrian Pendidikan, sesuai aturan, taat asas dan taat kelola, tingkatkan mutu pengelolaan sekolah kaitannya dengan akreditasi sekolah sesuai aturan,” tandas Didik.

“Wisudawan dan wisudawati STTI Sony Sugema hari ini sebagai generator untuk mencetak generasi tangguh, generasi perubahan untuk mempersiapkan pemimpin Indonesia masa depan. Jadilah agenda perubahan ditengah masyarakat, pungkas Didik.

Senada pernyataan Didik Nursidik , pendiri Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) Dr.Yunus Triyonggo MM. CAHRI, EPC melalui orasi ilmiah industrinya optimis ,STTI Sony Sugema akan membangun Generasi Muda Adaptif Inovatif dan Berdaya Saing di Dunia Kerja.

“Kondisi tenaga kerja di Indonesia saat ini 69 persen usia produktif. Sedangkan di Jepang kini tengah terjadi kelangkaan tenaga produktif. Karenanya jika 69 persen WNI tidak punya Skill, ini akan memicu instabilitas keamanan nasional,” tandas Yunus.

Yunus mengungkapkan, 60 persen tenaga kerja Indonesia berada di sektor informal, dan di Indonesia kini tengah alami pergeseran paradigma dan terjadi ambigu.  Situasi ini menurut Yunus bisa dilihat bersama dari laman Tiktok yang mayoritas isinya disalahgunakan orang Indonesia.

“Tiktok mendatang akan diambil oleh AI Commerce,” kata Dr Yunus seiring menyebut jika kini Tesla digantikan BYD phenomenon electric car.

“Kini NVidia yang tengah menguasai pasar, karenanya, seiring cepatnya perubahan terjadi dalam era digitalisasi
STTI Sony Sugema harus terus mengembangkan pengetahuannya,” pesan Dr.Yunus.

Melalui wisuda kedua STTI Sony Sugema Tahun 2025 ini, Gilbert Hutapea S.Kom, NIM 11210814, anak petani miskin asal Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara, hadir menjadi wisudawan terbaik dengan mengantongi IPK 3.82 , disusul kemudian oleh Dwi Jayanti, S.Kom ,NIM 11210377 dengan IPK 3.81 dan D.REVI OKTAVIA PURNAMA, S.Kom NIM 11210310 dengan IPK 3.81. (Pri)

Komentar