Warga Kaget. Harga Kios Rengasdengklok Lebih Mahal Dari Galuh Mas.

Sumber Gambar : google.

Karawang, -SURYADINAMIKA.net – Proses pemindahan sekitar 2.000 pedagang dari lokasi lama ke lokasi baru yang diberi nama Pasar Proklamasi Rengasdengklok, terkendala.

Setelah ormas GMBI dituding memprovokasi pedagang, agar menolak dipindahkan, kini giliran partai Golkar yang dituding menunggangi para pedagang.

Menanggapi tudingan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang, H. Sukur Mulyono, S.H., M.H., mengaku heran.

“Ucapan Sekda tidak berdasar dan tidak elok untuk disampaikan,” jawab H. Sukur Mulyono.(10/12).

“Semestinya Pemda mewakili negara hadir untuk warganya, karena tugas pemerintah adalah mensejahterakan rakyat,” paparnya.

H. Sukur Mulyono mengakui bahwa dirinya melalui partai Golkar, telah memfasilitasi dengar pendapat antara pedagang pasar Rengasdengklok dengan DPRD Kabupaten Karawang.

“Banyak pedagang pasar Rengasdengklok yang mengeluh dan mengadukan permasalahannya ke DPD Partai Golkar, dan Partai Golkar tidak bisa berpangku tangan membiarkan pengaduan yang disampaikan,” jelas H. Sukur Mulyono.

“Kami, Partai Golkar, menjadi penyambung lidah rakyat terkait tuntutan rasionalisasi harga kios agar bisa terjangkau oleh para pedagang, itu saja. Koq dituding menunggangi,” lanjutnya.

Mendengar harga kios di Pasar Rengasdengklok sebesar Rp. 19 juta per meter, A Yun (46), pedagang di jalan Tuparev Karawang, central business area Kabupaten Karawang, terlihat kaget.

“Mahal amat. Harga tanah (lahan) di jalan Tuparev cuma 10 jutaan per meter. Masa harga kios lebih mahal dari harga rumah di Galuh, Resinda, atau di Grand Taruma, dan status lahannya cuma HGB,” timpalnya sembari geleng-geleng kepala.

Penulis : Endang Saputra

 

Jangan Lewatkan