
Karawang, Suryadinamika.net – Anggota Komisi 1 DPRD Jawa Barat Hj. Sri Rahayu Agustina,SH melakukan kunjungan kerja ke Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Karawang di Jalan Malabar Karangpawitan Karawang Barat guna menyosialisasikan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan tahun Anggaran 2025, Senin (15/12).
Sri Rahayu Agustina yang oleh publik akrab disapa Mak Sri menjelaskan, saat ini di DPRD Jawa Barat ada penambahan 3 kegiatan, yakni pendidikan politik demokrasi untuk sekolah SMA/SMK, dialog wakil rakyat dilakukan sebulan sekali, dan kegiatan sapa warga berbasis budaya setiap tiga bulan sekali.
“Kami anggota DPRD Jawa Barat, melalui program Adi Karya juga bekerjasama dengan awak media untuk publikasi kegiatan,” sambung Mak Sri.
Menyampaikan program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal pembangunan rumah panggung di desa langganan banjir Karangligar, menurutnya langkah itu diambil Gubernur Jabar setelah selama ini tak ada solusi.
Mak Sri mengaku, saat ia ketua pansus tata ruang dan tata wilayah tahun 2019-2024 lalu, olehnya diajukan agar membangun waduk di Kabupaten Bogor.
“Saat ini, sejumlah rumah panggung tengah dibangun Pemprov Jabar di desa Karangligar,” kata Mak Sri.
Mak Sri menegaskan, ia takkan segan menyuarakan kepentingan rakyat terkait pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karawang. Sebut saja misalnya, hancurnya infrastruktur jalan Wanasari Telukjambe Barat menuju Loji Pangkalan hingga perbatasan Bogor, kemudian mangkraknya penuntasan RSUD Karawang dimana sekarang tengah dituntaskan oleh Pemkab Karawang, serta sejumlah persoalan pembangunan krusial lainnya.
Mempedomani program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tahun 2026, dikatakan Mak Sri, APBD Pemprov Jabar disiapkan dana Rp 30 triliun untuk membangun infrastruktur di wilayah Kabupaten Karawang, satu diantaranya pelebaran jalan interchange mulai jalur masuk jembatan Citarum hingga gebang Tol Karawang Barat.

Agenda kerja Pemprov Jabar Tahun 2025 hingga 2026 akan fokus memperbaiki jalan provinsi Jawa Barat dan sarana penerangannya seiring marak aksi begal jalanan. Gubernur Jabar, juga berencana membangun sejumlah infrastruktur tempat pembuangan sampah akhir (TPSA).
Untuk tahun 2027, Kabupaten Karawang tidak lagi dibantu anggaran mercusuar Pemprov Jabar. anggaran Pemrov Jabar untuk bergiliran membangun wilayah lainnya di Jawa barat. Bantuan keuangan untuk Kabupaten bukan bantuan uang , namun bantuan penerima manfaat yang dikerjakan oleh pemerintah Provinsi Jabar.
Di sektor pendidikan, Gubernur Jabar tengah gencar membangun ruang kelas baru sekolah, dan perbaikan sekolah-sekolah kabupaten/kota, dan membangun sekolah- sekolah yang lahannya diserahkan ke Provinsi Jabar sebagaimana dilakukan Cellica Nurachadiana saat ia menjabat Bupati Karawang sebelum Aep Syaepuloh sekarang dimana Cellica waktu itu menyerahkan lahan untuk kepentingan sekolah yang berlokasi di Kecamatan Cilamaya.
Mak Sri menjelaskan, masyarakat Kecamatan Purwasari kini tengah menanti dibangunnya sekolah SMPN, SMA/SMK Negeri pada lahan fasum perumahannya seluas 17 ribu meter persegi oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
“Pengembang perumahannya sudah setuju lahannya dialihfungsi menjadi sekolah,” kata Mak Sri seraya menyebut Asta Cita mengajarkan pembangunan dilakukan selaras dengan pemerintah pusat, contohnya program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat serta lainnya. (Pri)









Komentar