Reses I Saefudin Zuhri,SH ; Buat Perdes Tentang Atasi Percaloan Gabah.

Berita, Pertanian253 views
Saepudin Zuhri,SH didampingi Ketua BPD Lemahmakmur N.Ruslan Abdul Gani.

Karawang,||SURYADINAMIKA.net ||Reses pertama tahun sidang 2023 Saepudin Zuhri,SH, anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Partai Gerindra digelar di Aula Kantor Desa Lemahmakmur Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang, Rabu, 8 Pebruari 2023.

Saepudin Zuhri, SH yang akrab dipanggil Asep itu dilakukan di desa tempat tinggalnya, Desa Lemahmakmur, untuk menemui konstituen nya, sekaligus menampung berbagai aspirasi warga.

Muncul berbagai usulan, yang pada umumnya menyangkut kepentingan kehidupan masyarakat tani, dari kebutuhan saluran air, tanah penahan air (turap), jalan pertanian, jembatan, hingga seringnya petani tertipu oleh oknum tengkulak gabah dengan modus “ngutang”.

Asep menerima usulan-usulan tersebut untuk ditindaklanjuti ke depan.

Khusus mengatasi seringnya petani tertipu tengkulak, Asep mengusulkan kepada masyarakat setempat agar mendorong Pemerintah Desa (Kepala Desa dan BPD) membuat Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur tata kelola penjualan gabah hasil panen, agar bisa dikontrol dan diawasi pemerintah Desa. Tujuan pokoknya menyelamatkan petani dari upaya nakal para calo dan tengkulak.

“Saya tidak menyebutkan tengkulak dan calo itu penipu, tidak. Sebab banyak tengkulak yang baik dan berlangganan dengan petani disini. Lancar lancar saja. Tapi, kan sering juga ada laporan dari petani bahwa gabahnya sudah ditimbang, diangkut, tapi tidak kes dibayar. Paling dikasi “Depe”. Sisa pembayaran berbulan-bulan, bahkan tidak dibayar ” ujar Asep.

“Untuk itu saya usulkan ke bapak-bapak yang hadir ini, sebagai petani, dorong Pemerintah Desa bersama BPD buat aturannya, tuangkan dalam PERDES. Teknisnya nanti Kades yang ngatur, bila perlu bentuk SATGAS PANEN GABAH.” ujar Asep.

Asep Saepudin Zuhri, SH juga menambahkan, sebenarnya Pemerintahan Desa bisa membuat berbagai aturan berupa PERDES yang mengatur kepentingan para petani. Salah satu contoh, aturan bagaimana orang luar desa yang mempekerjakan “combent” miliknya di Desa Lemahmakmur, mengingat jalur pesawahan yang dilalui berdampak kerusakan.

Reses pertama itu dihadiri sekitar 130 orang, berjalan lancar, ditutup pada jam 11.45 WIB. (red)