KCIC Memberi Harapan Baru Bagi Traveller

SURYADINAMIKA.net, Karawang – Parkland Podomoro Karawang menggelar talk show membahas dampak ekonomi, dan pembangunan pasca operasional kereta cepat whoosh Karawang.

Head of Advertising, Promotion & Public Relation, Iwan Seppriadi menjadi moderator acara menghadirkan Devin Pranata, General Manager Property & Firebox Business Development KCIC, CEO rumah123.com Wasudewan serta Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Karawang, Inne Nuraini Maharani, Kamis, (16/01/2025).

General Manager Property & Firebox Business Development KCIC, Devin Pranata menyampaikan, kereta api cepat Whoosh adalah bisnis mahal bernilai triliun rupiah. Sebagai moda transportasi penghubung antar daerah, Whoosh akan menumbuhkembangkan ekonomi baru untuk membangun kota setempat .

Talk show membahas dampak ekonomi, dan pembangunan pasca operasional kereta cepat whoosh Karawang.

Dikatakan Devin, memasuki pekan ke 3 operasional stasiun cepat whoosh Karawang tanggal 24 Desember 2024 lalu, dikatakannya, dari target 14.000 penumpang, di hari ke10 terealisasi 5.500 penumpang.

“Tahun 2025, KCIC Whoosh menargetkan 29.000 penumpang,” ungkap Devin.

Dengan lama perjalanan Whoosh dari stasiun Halim Jakarta ke Karawang 15 menit. Karawang menjadi central target capture woosh sebelum menuju Padalarang. KCIC mencatat, 70 persen masyarakat industri telah menggunakan whoosh KCIC untuk moda transportasi bisnisnya. Kereta Cepat Indonesia China ( KCIC) mendukung habbit masyarakat baru.

KCIC menawarkan kartu berlangganan bertarif ekonomis berlaku selama sebulan dengan free shuttle bus dari stasiun kereta cepat Whoosh Karawang menuju lokasi destinasi wisata.

“Ini strategi pemerintah di sektor transportasi untuk mengurangi gas karbon jangka panjang,kata Devin Pranata.

Kereta Cepat Indonesia China memiliki pola mengikuti keberadaan kawasan industri di Karawang.

Dengan whoosh terkoneksi baik dan didukung 250 hektar kawasan perdagangan dan jasa, serta bisnis travel sekitar Transit Oriented Development ( TOD) menjadikan usaha masyarakat menjadi kian sempurna. Keberadaan Whoosh akan menumbuh kembangkan kawasan ekonomi baru di Karawang, .

Stasiun KCIC Karawang menyiapkan empat akses menuju kawasan kota dan area dituju. Ke arah barat, ke timur dan ke utara ke akses tol.Menghubungkan penumpang ke industri area dan destinasi wisata dengan waktu tempuh dari stasiun kurang dari 10 menit menggunakan taxi atau shutle bus.

Devin berujar, pengeluaran konsumen terbesar adalah transportasi. Dengan pembangunan proyek infrastruktur oleh pemerintah, pengembangan kawasan ekonomi menjadi income baru.Pengembang bisa mengeksplore penumpang kereta yang ada.  Whoosh merupakan sarana transportasi yang nyaman dengan shutle.
sebagai akses masuk Karawang.

“Outlet Podomoro siap menjadi kawasan shutle dan Pemerintah Karawang agar segera mempercepat akses itu.
kalau di Bandung ada shutle gratis,” kata Devin.

Devin mengingatkan, sebagai pusat komersial, stasiun, harus didukung fasilitas memadai, termasuk tenan UMKM.

Dengan profil Karawang banyak expatriat, didukung 250 hektar kawasan perdagangan dan jasa serta bisnis travel di sekitar Transit Oriented Development, situasi ini mengharuskan dilakukannya ekspose lanjutan terkait produk UMKM yang diberdayakan di kawasan KCIC.

KCIC menekankan, investasi pemerintah pusat harus berkolaborasi bareng pengembang, masyarakat dan stakeholder serta regulasi terarah. Menurutnya, sebagai kawasan besar dan berdampak komprehensif perlu penataan ruang yang baik.

Perdagangan dan jasa perlu dibangun regulasi tepat yang akan dirasakan baik oleh masyarakat dan dukungan semua pihak.

2025 stasiun Karawang menargetkan 29000 penumpang dan ini harus jadi realisasi. KCIC memberi harapan baru bagi traveler.

Di acara ini, CEO rumah 123.com, Wasudewan berujar, dengan posisi Karawang yang menjadi central dari jarak tempuh perjalanan kereta cepat whossh Jakarta – Bandung yang hanya 15 menit , ditinjau dari sisi 13,9 persen TOD median harga 13,9 telah berdampak terhadap property. Wasudewan menyebut situasi ini berdampak terhadap hunian komersial di Karawang,katanya.

Wasudewan menyebut dengan waktu tempuh perjalanan 15 menit dari Karawang ke jakarta dan 15 menit ke Bandung, akan menjadi habbit sasaran masyarakat untuk tinggal di Karawang atau di Bandung.

Pula dengan keberadaan kawasan industri Karawang, posisi tawar Karawang kini menjadi lebih sexy dari design awalnya. Situasi ini akan memunculkan banyak investor baru sekira 8,5 kali lipat terhadap TOD.

Sebagai investor ini merupakan peluang besar yang akan menjadi katalis baru bagi investasi. kaitan adanya 130 hektar yang dilindungi dengan rancang bangun perumahan APL .

Ketika kita membangun sebuah kawasan hunian akan terasa nanti pada 5-10 tahun, kaitannya dengan infrastuktur
aksesibilitas. Hal ini bagi investor akan banyak opsi berinvestasi dengan banyaknya orang yg datang ke wilayah Karawang .

Wasudewan mengingatkan, pembangunan dilakukan pihaknya bukan hanya sebatas hanya membangun fisik saja, melainkan pula membangun manusianya. Karenanya masyarakat yg ada di Karawang bukan menjadi penonton.

Tiga daerah dilalui woosh diantaranya stasiun Halim, Padalarang, Tegal luar, harga tanah setempat kini naik dua kali lipat. Pula dengan pembangunan dilakukan Agung Podomoro Land di Karawang yang akan menjadikan harga tanah di Karawang di suatu ketika akan lebih tinggi dari harga tanah di Jakarta.

Dengan selisih harga tanah terjadi di Jakarta dan Bandung menjadikan impek alternatif baru, dan investor harus memanfaatkan situasi waktu tempuh perjalanan 15 menit dari Jakarta ke Karawang ini sebagaimana terjadi kenaikan pertumbuhan 48 persen brand mark property hunian masyarakat di sekitar MRT dalam waktu satu tahun.
Dengan tinggal di sekitar TOD akan menciptakan trend magnet ekonomi baru dan rumah123 .com akan melihat radius 50 hektar kaitan soal ini pada enam bulan kedepan.

Sepanjang tahun 2024 pencarian hunian di Karawang berada di kisaran harga 400 juta rupiah hingga 1 milyar rupiah dimana untuk ini, 29,6 persen orang diantaranya akan mencari property di Karawang dengan harga menengah ke atas.

Di tempat yang sama, Kepala bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bappeda Kabupaten Karawang, Inne Nuraini Maharani mengaku jika Pemerintah Karawang hingga saat ini masih mengkaji moda conectifitas transportasi yang tepat untuk dapat terintegrasi dengan TOD.

“Ini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah Karawang,” ujar Inne.

Inne menyebut, ada pemilahan peruntukkan kawasan TOD kaitannya dengan kawasan perdagangan dan jasa beratmosfir beda, termasuk untuk pejalan kaki dan pusat kegiatan lokal.

Dikatakan, Tata Ruang dan Tata Wilayah Karawang, meliputi pusat kegiatan nasional, kegiatan wilayah dan kegiatan lokal sebagai kawasan hunian, kawasan perdagangan dan jasa serta transportasi.

Inne menyebut, detail tata ruang Karawang merujuk arahan pemerintah pusat termasuk pembangunan kawasan TOD .

Kawasan industri menjadikan multiflier effect perubahan situasi ke industri perdagangan dan jasa. Sementara kewajiban pemerintah untuk sektor pertanian adalah harus menjaga 100 ribu hektar sawah sebagai lahan usaha orang Karawang, dan pemerintah Karawang tidak akan melakukan perubahan area pertanian dalam pengembangan TOD ,ungkapnya.

Pemda Karawang berharap ,seiring rencana pembangunan bandara dan lainnya termasuk kereta cepat di TOD, agar masyarakat dapat merasakan kebaikan bersama. (Pri)

Komentar

Jangan Lewatkan