
SURYADINAMIKA.NET| Karawang, Seorang wartawan mendapat perlakuan kekerasan dari sekelompok orang di jalan Ir.H.Juanda Karawang, tepatnya di depan klenteng Budi Kwan Tee Koen, Jumat (7/3).
âElyasa Budianto,SH Koordinator KAMI Karawang mengatakan “pengeroyokan” itu diduga terjadi karena merekam dan meliput aksi protes warga terhadap penutupan jalan umum secara sepihak oleh pemerintah kabupaten Karawang.
â”Opik dianiaya semalam karena meliput KAMI mempertanyakan kebijakan Bupati tutup jalan di juanda klenteng budi kwan tee koen,” tulis Elyasa (8/3).
âElyasa juga mengatakan sebenarnya, Opik sudah berusaha menjelaskan pada mereka bahwa keberadaan dirinya disana selaku wartawan. Tapi tak digubris, dengan brutalnya melakukan pemukulan dan perusakan.
Diperoleh informasi, kejadian itu berawal dari sekelompok aktivis KAMI yang mendatangi lokasi penutupan jalan umum (Jl. Ir H.Juanda Karawang) dan mempertanyakan legalitas penutupan jalan umum.
âMereka yang berhadapan dengan kelompok aktivis itu mengaku pedagang dan petugas parkir, yang tak banyak tau tentang alasan atau dasar penutupan jalan itu.
âKebuntuan pun terjadi, dan terjadi percekcokan adu mulut berujung kericuhan pisik, terhadap para aktivis, termasuk seorang jurnalis yang sedang meliput peristiwa tersebut.
Elyasa.Budianto,SHÂ selaku koordinator KAMI menyatakan keberatan atas tuduhan yang dilontarkan oleh Humas Grib Jaya Jawa Barat Djadjat Sudradjat yang dimuat di sebuah media online, Sabtu 8 Maret 2025, yang mengatakan tindakan Elyasa Budianto sebagai provokasi yang mengakibatkan keributan.
â”Atas tuduhan itu saya keberatan, dan tolong jelaskan, dimana letak provokasinya. Gak jelas. Jajat harus menjelaskan, Coba jelaskan. Dan kalau tidak, saya akan gunakan UU ITE dan akan lapor polisi,” ujar Elyasa kepada Suryadinamika, Sabtu (8/3).
(KS)


















Komentar