DESA LEMAHSUBUR USIA KE-44: KESEDERHANAAN, SEJARAH PEMEKARAN, DAN KEERATAN IKATAN WARGA

Berita, Daerah23 views

KARAWANG, SURYADINAMIKA.NET – Rabu (12/8/2026) pagi, pelataran Bale Desa Lemahsubur, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, tampak dipenuhi senyum dan tawa warga dalam perayaan ulang tahun desa yang ke-44. Tanpa kemegahan yang berlebihan, suasana justru terasa begitu hangat, akrab, dan penuh makna—bahkan ketika Kepala Desa Kenji tetap hadir menemani warga meski kondisi kesehatannya sedang tidak prima.

Mengenang Jejak Lahirnya Desa

Tumpengan yang berlangsung khidmat bukan sekadar tradisi rutin, melainkan pengingat sejarah: tepat empat puluh empat tahun silam, wilayah ini resmi berdiri sendiri melalui pemekaran dari Desa Lemahduhur.

Tamadi, Mantan Kades Lemahsubur (79 thn) saat hadir di Ultah 44 Desa Lemahsubur.

Mantan Kepala Desa Lemahsubur Tamadi yang hadir sebagai tamu kehormatan mengungkapkan haru melihat semangat yang tak luntur sejak masa-masa awal pembentukan desa.
“Dulu kami merintis jalan, membuka lahan, dan menyatukan tekad agar masyarakat bisa berkembang dengan identitas sendiri. Hari ini buktinya: persatuan itu masih menjadi kekuatan utama Lemahsubur,” ujar Tamadi dalam sambutannya.

Camat Tempuran, E.Komarudin (kemeja putih), Kenji (berkacamata hitam)

Camat Tempuran H.E Komarudin turut mengapresiasi semangat gotong-royong warga. “Kesederhanaan yang ditampilkan justru menunjukkan kedewasaan bermasyarakat. Usia 44 tahun adalah usia matang—waktunya melangkah lebih cepat untuk kemajuan bersama,” ucapnya mewakili pemerintah kecamatan.

Hiburan Merakyat: Menghapus Jarak Lewat Mancing Bersama

Usai upacara inti, suasana berubah lebih santai namun tetap padat kebersamaannya. Ribuan warga dari berbagai usia berbondong-bondong ke saluran tersier untuk mengikuti lomba mancing terbuka—gratis dan tanpa syarat khusus bagi siapa saja yang ingin ikut. Panitia menyiapkan beberapa kuintal ikan lele yang dilepas ke aliran air tersebut.

Bagi warga seperti Suryana (42), petani setempat, momen ini menjadi pelipur lelah sekaligus ajang bersilaturahmi tanpa sekat. “Biasanya kami sibuk masing-masing di sawah atau ladang. Lewat mancing begini, warga baru, lama, pejabat, maupun warga biasa bercampur sama saja. Inilah ulang tahun yang sesungguhnya: semakin akrab, semakin erat,” tuturnya sambil tersenyum saat berhasil mengangkat tangkapan pertamanya.

Bagi pemuda desa, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kemajuan desa tak harus selalu diukur dari bangunan megah, melainkan dari kebersamaan yang tetap terjaga meski waktu terus berjalan.

Di usianya yang ke-44, Desa Lemahsubur menegaskan jati dirinya: tumbuh sederhana, kokoh bersatu, dan selalu berpusat pada kepentingan serta kebahagiaan seluruh warganya.

Komentar