Cegah Jatuh Korban, Pemdes Kertarahayu Minta Lumpur Licin Normalisasi Irigasi Dibersihkan

Berita, Daerah87 views

Karawang, SURYADINAMIKA.NET- Jalan utama Kabupaten licin dampak dari Normalisasi Irigasi wilayah Desa Kertarahayu Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang Jawa Barat. Hingga tumpukan eceng gondok yang ditutup tanah galian irigasi jadi lumpur tumpah ke jalan, membuat pengguna jalan khawatir mengalami kecelakaan.

Awalnya normalisasi tersebut menitik beratkan pada pengangkatan eceng gondok, yang dalam proses tersebut dari informasi di lapangan melibatkan DPUPR, PJT dan BBWS. Minggu 8 Maret 2026

Namun yang menjadi persoalan hasil pengangkatan eceng gondok oleh alat berat (excavator), malah membuat jalan utama Kabupaten menjadi licin oleh lumpur yang ditimpa curahan hujan, hingga berdampak pada rawannya kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua.

Kekhawatiran itu datang dari warga sekitar. Dede, seorang pengendara sepeda motor warga Desa Jayamakmur, ia mengatakan kkekhawatiranya atas kondisi licin jalan utama.
” kalau tidak hati hati melintas jalan licin ini, bisa bisa ada saja yang jatuh, karena motor nge Rem mendadak. Cobal lah yang punya kegiatan, entah pemerintah kabupaten atau apa lah, segera membersihkan lumpur licin di jalan ini. Kalau siang bisa kelihatan yang licinnya, coba kalau malam, gak kebayang sebahaya nya, lumpur ini,” terang Asep.

Di beda tempat, Sekdes Kertarahayu juga mengomentari adanya kondisi jalan yang separuhnya ketutup lumpur.
” licinnya jalan dari lumpur pengerukan, itu memang ada. Dan harapan saya segera di angkut eceng dan lumpurnya, supaya tidak mengancam keselamatan pengendara jalan yang melintasi. Dan untuk Dinas yang berkepentingan, baik itu PJT BBWS ataupun PUPR selalu stenbay ada di lokasi, seandainya ada persoalan bisa cepat di selesaikan, seperti adanya kondisi jalan yang licin”, harapnya. 8/3/2026.

Ia juga menambahkan, untuk kegiatan normalisasi membersihkan eceng gondok serta mengangkat lumpur supaya mencegah pendangkalan, bisa bertahan beberapa tahun. Jangan sampai kegiatan normalisasi ini jadi rutinutas tiap tahun.

Hal senada juga di ungkapkan oleh Ahmad Saleh salah satu tokoh pemuda wilayah Kecamatan Cibuaya, kegiatan Normalisasi itu sangat di harapan para petani supaya aliran air bisa lancar mengairi persawahan, akan tetapi ada dampak yang kurang baik dari hasil Normalisasi tersebut, seperti yang konplen hari ini.
” harapan saya antara Kepala PJT ASMEN, BBWS dan PUPR, jangan sampai menunggu adanya korban berjatuhan akibat dari dampak lumpur jatuh ke jalan. Dan seandainya ada korban, lantas siapa yang disalahkan dan siapa yang bertanggung jawab,” ujarnya dengan nada kecewa.

(JS & Tim)

Komentar