Karawang, SURYADINAMIKA.net – Bertahun-tahun tak tersentuh perhatian pemerintah, bangunan SMPN Tempuran 2 rusak berat dan terpaksa harus dilakukan tindakan pengamanan, agar para siswa tidak tertimpa reruntuhan.
Tindakan pengamanan dilakukan kepala sekolah, dengan membongkar bagian atas bangunan, tentu seizin pihak yang memiliki kewenangan.
Hal itu disampaikan Kepala SMPN 2 Tempuran Mamay Abdullah,S.Pd,M.Pd, ketika ditemui SURYADINAMIKA di kantornya, Kamis (21/8).
Ia mengaku, bahwa usulan untuk mendapatkan dana rehabilitasi dari pemerintah sudah diajukan kepada pemerintah Kabupaten Karawang, melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, beberapa tahun lalu. Tapi sampai saat ini belum juga terealisasi.
Informasi yang didapat dari Disdikpora Kabupaten Karawang, kata kasek Mamay, permohonan sudah teregistrasi, tapi entah kapan bisa dilaksanakan.
“Kami sudah usulkan beberapa waktu lalu, mungkin sudah dua tahunan, tapi ya sampai hari ini belum terealisasi. ” Ucapnya.
Selanjutnya ia berharap pemerintah Kabupaten Karawang secepatnya mengabulkan permohonannya, mengingat bangunan itu sangat dibutuhkan.
Di tempat terpisah, seorang warga desa Dayeuhluhur Kecamatan Tempuran, Heri (48) memberikan komentar tentang kondisi bangunan SMPN Tempuran 2. Ia mengatakan, seharusnya pemerintah serius dan bertanggungjawab soal kebutuhan sarana pendidikan. Jangan sampai bertahun-tahun dibiarkan rusak berat tidak bisa digunakan. (Red)














Komentar