
Kades Mulyajaya
Karawang -SURYADINAMIKA.net – Banyaknya keluhan para petani di wilayah Kabupaten Karawang, khususnya yang mengalami kelangkaan pupuk jenis urea, baik itu bersubsidi atau non subsidi, menuai kritik dari para petani, mengingat pupuk itu bisa disebut sebagai kebutuhan pokok untuk menunjang tanaman, khususnya padi, agar bisa tumbuh subur dan dapat menghasilkan panen yang sesuai harapan.
H. Akhmad, salah seorang warga Dusun Cibanteng 3, dia tidak bisa membeli pupuk dari 3 tempat yang berbeda.
“Saya bawa uang untuk beli pupuk ke Desa Kutakarya, Kutagandok sampai ke Rengasdengklok, tetap tidak dapat pupuk”, ujar H.Akhmad.(12/122022).
Imbas dari kelangkaan pupuk, Endang A.Md.Kom, Kades Mulyajaya Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang, mendapat pengaduan dari warganya.
Senin, 12 Desember 2022, Kades Mulyajaya menyatroni Kantor UPTD Pertanian Kutawaluya, guna mendapatkan informasi atas kelangkaan pupuk urea. Di ruang Aula UPTD Kades Mulyajaya Endang Macan Kumbang disambut Ppl, diantaranya Imron Rosidi Ppl Desa Mulyajaya dan Sindangmulya, Ayat, Ppl Desa Sampalan serta Jumadi, sebagai Admin Pupuk. Di tempat itu hadir juga Angga sebagai penyalur resmi pupuk bersubsidi dan puluhan wartawan dari berbagai media. Sedangkan Kepala UPTD berhalangan hadir karena sakit.
Menurut Jumadi, “untuk pupuk bersubsidi, karena ada koordinasi dari Kios dan Distributor tahun 2022 sebenarnya per bulan Juli itu pupuk untuk Kecamatan Kutawaluya sudah habis kuotanya. Adapun pada bulan September ada pupuk tambahan lagi atas pengajuan kita, dari masing masing penyuluh yang ketika itu masih membutuhkan pupuk bersubsidi” terangnya.
Lebih lanjut Jumadi mengatakan” Karena realokasi pupuk sudah habis, sedangkan di beberapa Desa pada bulan November dan Desember ada tanam padi, bahkan kita sudah menginformasikan ke para petani pupuk tidak ada. Dikarenakan SPJ dalam bentuk KTP dari petani sudah di alokasikan untuk musim tanam (MT1) dan( MT2 ) memenuhi kebutuhan petani itu tidak bisa. Makanya Minggu kemarin turun pupuk di Desa Kutakarya dan Kutagandok, kita pake sistem meminjam pupuk dari Desa lain,” kata Jumadi.
Mendengar penjelasan dari Jumadi, sontak Kades Mulyajaya angkat bicara” Kalau meminjam pupuk dari Desa lain, seperti apa SPJ nya. Dan kalau sistem penyaluran pupuk memakai sistem bay NIK bay adress, kenapa di Desa Mulyajaya kekurangan pupuk, ini yang jadi masalah”, ungkap Kades Endang Macan Kumbang.
“Berarti disini diduga ada mafia pupuk, kita bongkar mafianya” tegas Kades Mulyajaya.
Penelusuran Kades Mulyajaya dilanjut ke Kantor Kecamatan Kutawaluya, dan diterima Sekcam Kutawaluya. Setelah Kades Endang mengutarakan maksudnya, Sekcam pun berjanji akan menyediakan pupuk untuk warga
Desa Mulyajaya yang lagi musim tanam.
” Siang ini saya akan mengadakan pertemuan dengan UPTD Pertanian dan Gapoktan, gimanapun caranya petani di wilayah kecamatan Kutawaluya harus mempunyai pupuk di musim tanam ini”, pungkas Sekcam Kutawaluya.(13/12/2022.)
(JSB)









