Ade Dikdik Bongkar Kekuatan Keuangan Perumdam Tirta Tarum. Laba Tembus Rp17,2 Miliar, Gedung Baru Dibangun Tanpa Bebani APBD

pembangunan gedung pelayanan publik baru Perumdam Tirta Tarum sepenuhnya dibiayai dari kekuatan keuangan internal perusahaan

Merayakan HUT Perumdam Tirta Tarum Ke 39 Bupati Aep resmikan gedung pelayanan publik baru ,Senin 25 Mei 2026. Photo: Pri

Karawang — SURYADINAMIKA.NET

Direktur Utama Perumdam Tirta Tarum Karawang Dr.Ade Dikdik Isnandar menegaskan, pembangunan gedung pelayanan publik baru Perumdam Tirta Tarum sepenuhnya dibiayai dari kekuatan keuangan internal perusahaan, bukan dari pembebanan APBD Kabupaten Karawang.

Penegasan itu disampaikan Ade Dikdik saat peresmian gedung pelayanan publik baru sekaligus peringatan HUT ke-39 Perumdam Tirta Tarum Karawang, Senin (25/5/2026).

Menurut Ade Dikdik, perusahaan air minum milik Pemkab Karawang itu kini berada dalam tren pertumbuhan kinerja yang agresif, baik dari sisi laba, deviden, maupun perluasan layanan air bersih kepada masyarakat.

“Dua puluh persen dana operasional perusahaan kami gunakan untuk pengembangan sarana dan prasarana, termasuk pembangunan infrastruktur produksi dan distribusi air bersih,” tegas Ade Dikdik.

Ia memaparkan, berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Bambang Sudaryono & Rekan per 31 Desember 2025, Perumdam Tirta Tarum memperoleh opini Wajar sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Publik (SAKEP).

Tak hanya itu, laba perusahaan juga melonjak tajam dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2023 Perumdam Tirta Tarum membukukan laba bersih Rp8,1 miliar dengan deviden Rp4,4 miliar kepada Pemkab Karawang.

Tahun 2024 laba naik menjadi Rp11,1 miliar dengan deviden Rp6,1 miliar.

Sedangkan tahun 2025 laba bersih kembali melesat hingga Rp17,2 miliar dengan deviden Rp9,4 miliar yang akan disetorkan pada 2026.

 

Ade Dikdik menegaskan, lonjakan laba itu bukan sekadar angka administratif, tetapi menjadi bukti perusahaan mampu memperkuat pelayanan publik tanpa ketergantungan penuh terhadap APBD.

“Air bersih bukan hanya kebutuhan, tetapi hak dasar masyarakat. Karena itu tidak boleh ada warga Karawang yang terabaikan haknya untuk mendapatkan pelayanan air minum,” tandasnya.

Selain laba, capaian operasional Perumdam Tirta Tarum juga mengalami peningkatan signifikan.

Kapasitas produksi air meningkat dari 1.288 liter per detik pada 2023 menjadi 1.420 liter per detik pada 2025.

Jumlah pelanggan naik dari 136.957 sambungan rumah menjadi 152.451 sambungan rumah.
Produksi air pada 2025 mencapai 36,8 juta meter kubik, distribusi air 32,7 juta meter kubik dan penjualan air menembus 24,2 juta meter kubik.

Meski tingkat kebocoran air atau NRW masih berada di angka 25,94 persen, Perumdam Tirta Tarum memastikan penguatan jaringan distribusi terus dilakukan, termasuk penanganan kebocoran pipa di wilayah Telukjambe yang menjadi sorotan langsung Bupati Karawang.

Dalam paparannya, Ade Dikdik juga mengungkap rencana ekspansi besar layanan air bersih hingga 2028 melalui pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Pengembangan itu mencakup perluasan jaringan perpipaan untuk Kecamatan Telukjambe Barat, Tegalwaru dan Pangkalan, serta penambahan kapasitas produksi regional sebesar 350 liter per detik.

Selain itu, masing- masing tambahan kapasitas 100 liter per detik akan dibangun untuk wilayah Klari, Majalaya, Cikampek dan Rengasdengklok melalui skema kerja sama badan usaha.

Bupati Karawang, dalam sambutannya menegaskan Perumdam Tirta Tarum merupakan salah satu wajah pelayanan publik Pemerintah Kabupaten Karawang.

Karena itu, Aep meminta seluruh jajaran perusahaan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan tidak cepat puas dengan capaian yang ada.

“Saya mengapresiasi Dirut Ade Dikdik Isnandar karena mampu meningkatkan deviden perusahaan dan membawa Perumdam terus berkembang,” ujar Aep.

Bupati juga memastikan Pemkab Karawang akan mengucurkan tambahan penyertaan modal sebesar Rp25 miliar pada 2026 untuk mempercepat pengembangan layanan air bersih.

Namun di sisi lain, Aep menyesalkan sulitnya memperoleh dukungan air baku dari BBWS.
“Karawang punya potensi air baku besar, tetapi aksesnya masih sulit. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tandasnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang sekaligus Dewan Pengawas Utama Perumdam Tirta Tarum, turut menegaskan pentingnya menjaga soliditas internal dan memperkuat inovasi pelayanan di era digitalisasi.

“Seluruh pegawai harus sama-sama bekerja dan bekerja sama menjaga kualitas pelayanan publik,” kata Asep Aang.
Pada momentum HUT ke-39 itu, Perumdam Tirta Tarum juga menggelar santunan anak yatim, pemberian penghargaan pegawai terbaik, pengundian hadiah pelanggan hingga program umroh bagi karyawan berprestasi.

Menutup sambutannya, Ade Dikdik memastikan Perumdam Tirta Tarum akan terus membangun sistem layanan air bersih berkelanjutan demi generasi mendatang.

“Kami tidak hanya bekerja untuk hari ini, tetapi menyiapkan masa depan pelayanan air bersih bagi masyarakat Karawang yang sehat dan lingkungan yang lestari,” pungkasnya.(Pri)

Komentar