Ditjen Imigrasi Tunda Paspor Desain Merah Putih

Berita, Nasional222 views

SuryaDinamika.net- Jakarta– Direktorat Jenderal ( Ditjen) Imigrasi menunda implementasi paspor desain merah putih yang rencananya akan terbit perdana di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 tanggal 17 Agustus 2025.

Keputusan diambil, merujuk Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran bagi kementerian dan lembaga sebagai respon aspirasi masyarakat.

“Setelahnya melalui evaluasi menyeluruh, Ditjen Imigrasi memutuskan menunda implementasi paspor desain merah putih. Keputusan ini diambil dengan penuh pertimbangan dan tanggung jawab, serta melibatkan banyak pihak,” jelas pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman.

Yuldi menegaskan, efisiensi anggaran mengharuskan Ditjen Imigrasi meninjau ulang sejumlah kebijakan yang bakal dilaksanakan. Keputusan itu diambil usai mendengarkan dan mempertimbangkan saran masukan masyarakat dengan memperhatikan urgensi dinamika ekonomi saat ini.

Pasca peluncuran desain baru paspor 17 Agustus 2024 lalu, Ditjen Imigrasi aktif memantau opini publik kaitan kebijakan itu. Sepanjang kurun waktu Agustus 2024 hingga Juli 2025 analisis media sosial dari berbagai macam kanal mengumpulkan 1.642 sampel unggahan.

Indikator analisis menunjukkan, masyarakat berharap kebijakan Pemerintah agar lebih fokus pada penguatan substansi paspor, yaitu penguatan posisi paspor Indonesia secara global.

Dari sampel unggahan, nampak kecenderungan masyarakat terhadap kebijakan pelayanan dengan dampak yang lebih konkret untuk dirasakan selaras dengan prinsip efisiensi dan prioritas kebutuhan publik.

Melalui anggaran tersedia, Ditjen Imigrasi berupaya memaksimalkan pelayanan dan pengawasan keimigrasian melalui pengembangan serta pemeliharaan sistem berbasis digital. Inovasi tidak berhenti pada perubahan desain fisik, melainkan berupa penguatan sistem dan pelayanan lebih tepat guna.

Yuldi menandaskan ditundanya kebijakan ini bukan mengartikan penghentian fokus penguatan Paspor Indonesia. Namun menurutnya, pentingnya peran aktif instansi pemerintah dan masyarakat, ujarnya.

“ kami berharap, semua pihak saling mendukung untuk menguatkan Paspor Indonesia,” tandas Yuldi.

Senada pernyataan Yuldi, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia pula menegaskan, guna penguatan Paspor Republik Indonesia, inovasi Ditjen Imigrasi akan terus fokus pada pengembangan jangka panjang melalui peningkatan keamanan digital dan efisiensi pelayanan.

“Kami ucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat menghadapi penyesuaian ini,” pungkas Agus Andrianto. ( Pri)

Komentar

Jangan Lewatkan