
Karawang,|SDM|Pemerintah Desa Talagasari mengundang para pemilik toko di pasar Talagasari, untuk mengikuti sosialisasi Program Pembangunan Pasar Desa Talagasari, Kamis, 29 Pebruari 2024.
Sosialisasi dilakukan di Aula Kantor Desa Talagasari Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang, atas inisiatif Kepala Desa Talagasari, Edi Sofyan.
Selain Kepala Desa, materi sosialisasi juga disampaikan pihak PT Barokah Putra Delapan yang rencananya akan menjadi pelaksana pembangunan tersebut, dan akan mulai pelaksanaannya setelah hari raya Idul Adha mendatang.
Kades Talagasari, Edi Sopyan, dalam sambutannya mengatakan, dirinya setelah mengingat dan menimbang pasar Telagasari ini sudah 30 tahun belum juga direhab dan sudah kumuh, maka dirinya ingin merevitalisasi pembangunan pasar tersebut. Itu pun dengan proses persetujuan dari warga pasar. Maka dari itu Kades Talagasari menggelar sosialisasi pembangunan pasar desa dengan mengundang para pemilik toko.
“Saya pengen memajukan pasar Desa Talagasari, juga pengen membikin pemilik toko atau yang berjualan itu nyaman, dan saya mau, dalam masa pemerintahan yang saya pimpin sekarang ini pengen ada perubahan, saya juga pengen memajukan ekonomi di pasar Desa Talagasari ini,” Ucap Edi Sopyan Kepala Desa Talagasari.(29/2)
Lanjut Kades, dari luas lahan pasar desa Talagasari adalah 6039 m² dengan rencana pembangunan pasar akan mejadi dua lantai, biar para pedagang kaki lima juga bisa masuk kedalam, tidak ada diluar pasar, supaya pasar Talagasari ini bisa ramai kembali dan pasar pun tidak kumuh.
Kapolsek Telagasari AKP Asep Yadi, SH menambahkan, “saya berpesan kepada Bapak Kepala Desa Talagasari dalam pembangunan Pasar nanti tolong untuk mengutamakan pedagang yang lama dulu.” Imbuhnya.
Sementara pihak PT. Barokah Putra Delapan sebagai pengembang yang akan membangun Pasar Desa Talagasari mengatakan, “satu kehormatan buat kami bisa diajak kerjasama untuk membangun desa Telagasari, kami berusaha akan amanah dalam membangun pasar ini.” Tuturnya.
Disisi lain para pemilik toko di pasar itu menolak rencana tersebut. Mereka meminta rencana itu ditunda dulu, dalam waktu tiga tahun, seperti yang disampaikan seorang ibu yang mengatasnamakan perwakilan dari ibu- ibu pemilik toko.
” Saya perwakilan dari ibu-ibu pedagang di pasar Talagasari, sembilan puluh persen menolak pembangunan pasar Talagasari tahun ini, kami mohon untuk menunda sekitar 2 sampai 3 tahun lagi untuk pembangunan pasar, kami para pedagang boro-boro untuk beli toko sedangkan sekarang ini pasar sedang sepi, uang dari mana kami untuk membelinya.” Ujar nya.
Bapak Aman pemilik toko di pasar Talagasari menambahkan, ” Kami bukan menolak pembangunan pasar ini, tapi minta ditunda dulu sekitar 3 tahun lagi, untuk menstabilkan dulu perekonomian di pasar yang sedang sepi.” Ucapnya dengan nada kesal.
Jurnalis : Dedi Rosadi
Editor : Kasim Suriadinata















