Mendukbangga Launching Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Untuk 1.000.000 Anak Indonesia

Berita, Nasional412 views
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Launching Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Untuk Satu Juta Anak Indonesia di Danau Cipule Desa. Mulyasari Kecamatan Ciampel , Kabupaten Karawang Jawa Barat

Karawang,SURYADINAMIKA.net-Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga ( Mendukbangga ) BKKBN, Wihaji, di area danau Cipule Desa Mulyasari Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang Jawa Barat, menggelar launching Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Satu Juta Anak Indonesia, rabu, 5/12/2024, siang.

Kegiatan digelar, atas kolaborasi Kemendukbangga/ BKKBN dengan badan PBB untuk kesehatan seksual dan reproduksi serta Hak Asasi Manusia UNFPA dan Pemerintah Kabupaten Karawang Jawa Barat.

Dikatakan,kaitannya dengan Astacita Presiden RI Prabowo Subiyanto, utamanya Asta ke empat tentang Sumber Daya Manusia dan Asta ke enam soal pengentasan kemiskinan, atas perintah Presiden RI, Kemendukbangga melakukan percepatan pengentasan empat isu penting, yakni, isu ketahanan energi, hilirisasi, pangan hilirisasi dan gizi.

Mendukbangga RI menyerahkan simbolis Rp 25 Juta rupiah kepada penerima manfaat untuk pembangunan rumah layak huni 100 KRS

Kasus stunting menjadi isu penting skala nasional pasca reformasi di Indonesia.
Sebagai negara besar, Indonesia perlu menyiapkan sumber daya manusia hebat ,kuat dan berdaya saing.

Kaitan ini, Menteri Kependudukan dan Pengembangan Keluarga Republik Indonesia, mengajak seluas – luasnya kalangan korporasi ,perusahaan dan seluruh masyarakat serta insan media yang peduli dan bersedia terlibat dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting ( GENTING ) pencegahan 1000 hari pertama kehidupan, ini mengacu amanat UU RI nomor 52 tahun 2009 dan arahan Presiden Republik Indonesia kaitannya implementasi Perpres nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan pengentasan isu strategis nasional tentang stunting, gizi buruk dan kemiskinan ekstrim di tanah air.

” Gerakan ini tidak menggunakan anggaran negara ataupun APBN, gerakan ini murni gerakan untuk kesadaran pihak yang peduli soal percepatan pencegahan dan pengentasan stunting, gizi buruk dan kemiskinan ekstrim di tanah air,kata Wihaji.

Persoalan stunting menjadi isu penting pembangunan sumber daya manusia berdaya saing di Indonesia.

Berdasar data, dari 75 juta keluarga di Indonesia, 8,7 juta diantaranya beresiko stunting dengan prevalensi hingga 21,5 persen.

Kondisi ini mengartikan, setiap lima balita di Indonesia satu diantaranya terkena stunting, dan ini bukan problem yang biasa- biasa saja, namun harus diperhatikan serius oleh semua kalangan mampu di tanah air untuk melakukan gerakan pencegahan dan percepatan pengentasan persoalan terjadi.

Wihaji mencontohkan kasus stunting di Sulawesi Tenggara dan Indonesia timur dengan sumber daya alam dan kapitalnya luar biasa namun angka stuntingnya tinggi.

Wihaji berharap, melalui lintas kementrian dan gerakan masyarakat cegah stunting akan mempercepat penurunan prevalensi stunting skala nasional.

Mendukbangga tegaskan, pengentasan stunting di Indonesia tidak akan selesai hanya oleh satu Kementerian saja tanpa kepedulian banyak pihak.

“selama ini, kami menjalankan Perpres 72 tahun 2021 terkait Tim percepatan penurunan stunting,kata Wihaji.

Data masuk hari ini, ada 11.207 KRS penerima manfaat akan didampingi oleh 4.920 orang tua asuh dari berbagai pihak, diantaranya, 48 mitra BUMN, 15 mitra komunitas , 2 mitra media, 1 mitra perguruan tinggi ,563 mitra pemerintah, dan 4.597 mitra perorangan,” jelas Wihaji.

Program Genting untuk menyasar ibu hamil, ibu dari bayi dibawah dua tahun( baduta) atau tengah menyusui, balita 0-23 bulan, dan balita 24-59 bulan dengan target 1.000.000 KRS.

Program ini dilakukan mandiri oleh mitra dengan difasilitasi Penyuluh Keluarga Berencana atau kader BKKBN.

Mitra program Genting dapat menyalurkan bantuannya melalui program nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Analisa dokter menyebut, biaya pemenuhan asupan gizi ibu hamil hingga 1.000 hari pertama kehidupan diprediksi 15 ribu rupiah sudah mencukupi.

” caranya mau perorangan silahkan, mau kelompok juga boleh,” kata Wihaji.

Selain itu, lanjut Wihaji, ada pula pilihan jenis bantuan non-nutrisi, diantaranya, perbaikan MCK, penyediaan air bersih dan rumah layak huni.

Program Genting ini juga dapat dilakukan melalui edukasi untuk kepentingan pencegahan.

Kerja sama pentahelix dilakukan dengan cara gotong royong oleh banyak pihak, dan cara ini menjadikan salah satu kunci penanganan pencegahan kasus stunting di Indonesia.

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN), memiliki fungsi menggerakkan masyarakat berperan aktif dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, dan pentingnya melakukan kolaborasi dukungan masyarakat Indonesia secara luas dalam menyiapkan generasi emas Indonesia, generasi penerus bangsa yang sehat ,tangguh dan kompetitif.

” Gerakan ini menjadi langkah strategis untuk menggerakkan masyarakat serta penguatan sinergi antar kementerian sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subiyanto, pungkas Wihaji.

Hadir di kegiatan ini, Wamendukbangga Isyana Bagus Oka, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Anggota DPR RI Jabar VII Wakil Ketua Komisi IX Drg.Putih Sari , Anggota DPR RI Dapil Jabar VII, Putri Anetta Komarudin, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN-I, Teo Handoko ,Ketua DPP HIPMI Akbar Himawan Bukhori , Staf sus Menteri SDM Irjen Pol.Robert Kennedy, Stafsus Wamen PDT Andi Rahmat, Plt.Sekjen Kemendag, Suswanto, Plt.Sesmen, Teguh, Perwakilan Gubernur Jabar ,Sekda Karawang Asep Aang Rahmatullah .( pri)

Komentar