
Karawang|SDM |Salah satu jenis seni budaya nasional yang juga terdapat di masyarakat Sunda (Jawa Barat) ialah pencak silat. Demikian pula di masyarakat Karawang. Salah satu aliran dalam pencak silat, disebut “suliwa”, selain Godot, Cimande, dan lainnya.
Karta Wiratma, tokoh sentral di aliran suliwa Karawang mengatakan, ciri khas aliran suliwa dalam seni bela diri pencak silat, ialah posisi gerakan tangan yang menyilang, dan lebih banyak menggunakan golok.
Karta juga menjelaskan filosofis yang diajarkan alirannya, bahwa segala sesuatu itu harus didasari oleh keyakinan dan keikhlasan.
Pada kesempatan itu, Padepokan Suliwa Karawang sedang berkolaborasi dengan Sekolah Dasar Negeri Lemahduhur 3 yang dipimpin Endang Nuryadin sebagai Kepala Sekolah. Kolaborasi yang dimaksud ialah, di momentum acara Kenaikan Kelas dan Perpisahan kelas 6 SD tersebut, suliwa Karawang tampil menghibur siswa dan orang tua siswa.
“Kami dari Padepokan Suliwa, tampil di acara kenaikan kelas ini, sebagai bentuk kolaborasi dengan sekolah ini yang telah mensupport pengembangan seni budaya pencak silat yang telah menerima pelajaran pencak silat dijadikan program Eskul di sekolah ini.” Ujar Karta kepada SURYADINAMIKA, Kamis (27/6).
Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa pencak silat diajarkan kepada siswa sekolah dasar melalui program ektra kurikuler (Eskul). Karta mengatakan wajibnya pencak silat dimasukan kurikulum sekolah, sesuai pernyataan Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri saat pelantikan pengurus Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Karawang beberapa waktu lalu.
Banyaknya tampilan kreasi seni siswa, acara hiburan kenaikan kelas berlangsung hingga siang.menjelang sore. (KS)
















Komentar