Pada 18 Mei 1984 silam, Indonesia berhasil merebut kembali piala Thomas, Piala Dunia-nya bulutangkis impian banyak negara, setelah di final mengalahkan lawan tangguh China yang merupakan juara bertahan sebelumnya (1982). Pertandingan yang diselenggarakan di Stadion Negara Kuala Lumpur, Malaysia, berlangsung sengit dan menegangkan. China bersikeras mempertahankan gelarnya, namun Indonesia dengan gigih memperjuangkan mati-matian piala bergengsi tersebut untuk dapat diboyong lagi ke Tanah Air.
Dalam ajang Piala Thomas edisi ke-13 ini, Indonesia meraih gelar juara untuk ke-8 kalinya setelah sukses menumbangkan Cina dengan score ketat: 3-2. Indonesia selalu tertinggal sampai pada partai terakhir mampu membalikkan keadaan. Pasangan ganda putra King/Kartono yang muncul “dadakan” sebagai bagian dari strategi tim tampil gemilang menjadi penentu kemenangan.
Walau belum pernah bermain di dunia internasional, pasangan ini sebenarnya bukan pasangan baru. Mereka sudah berpasangan sejak 1974 dan menjadi juara nasional tahun 1975. Kesatuan batin mereka juga sudah lama lengket karena pernah sebangku sewaktu bersekolah di Kudus.
Tim Indonesia terdiri atas: Liem Swie King, Hastomo Arbi, lcuk Sugiarto, Hadiyanto, Kartono Heriatmanto, Rudy Hermanto, Christian Hadinata, Hadibowo Sutanto beserta Tan Joe Hok sebagai pelatih dan Rudy Hartono selaku Manajer Tim.
Sedangkan Cina menurunkan :
Luan Jin, Han Jian, Yang Yang, He Sang Quan, Jian Guoliang, Sun Zhian, Tian Bingyi dengan didampingi Pelatih kepala tim, Wang Wen-jiao.
Hasil pertandingan selengkapnya:
Liem Swee King vs Luan Jin (15-7, 11-15, 10-15), Hastomo Arbi vs Han Jian (14-17, 15-6, 15-8), Icuk Sugiarto vs Yang Yang (9-15,10-15), Christian/Hadibowo vs He Sang Quan/Jiang Guoliang (18-14,15-10), Kartono/King vs Sun Zhian/Tian Bingyi (18-14, 15-12)
.
(diolah dari berbagai sumber)
FB Muhammad Pakde Riza










Komentar