KBC Kritik Keras Pansel Dewas BUMD Petrogas Persada Karawang

Jika ingin Petrogas dikelola profesional, harus diawali dari proses rekrutmen yang bersih, transparan, tidak sarat kepentingan.

Berita, Daerah415 views
Ricky Mulyana, Direktur Karawang Budgetting Control  (Foto : BenkStallone)

Suryadinamika.net, Karawang – Direktur Karawang Budgeting Control (KBC), Ricky Mulyana mengkritik keras kinerja panitia seleksi (Pansel) calon Dewan Pengawas (Dewas) BUMD Petrogas Persada Karawang.

Ricky memprediksi, telah terjadi ketidaktransparanan dalam proses seleksi Dewas Petrogas BUMD Karawang yang berpotensi melanggar prinsip keadilan dan profesionalitas.

Perolehan informasi awal, ada 17 peserta mengikuti proses seleksi. Namun panitia seleksi hanya mengumumkan tiga nama yang disebutnya lolos seleksi terkait alasan tidak terpenuhinya syarat administrasi, melakukan tes kesehatan jasmani dan rohaninya di luar RSUD Karawang.

“Kalau alasannya tes kesehatan, mengapa ada empat orang yang ikut tes di RSUD, namun hanya tiga nama yang diloloskan,” kata Ricky Mulyana, Sabtu (21/06), seiring menyebut nama Endang Ayat, MT salah satu peserta lolos seleksi.

Ketidaktransparanan seleksi Dewas Petrogas BUMD Karawang telah memicu diksi penjegalan terhadap individu yang ingin berkontribusi nyata memajukan BUMD.

Menegaskan pernyataannya, Ricky juga menyoroti, nama dr Ata Subagja politikus aktif Partai Keadilan Sejahtera yang dinyatakan lolos seleksi oleh Pansel Dewas Petrogas.

“Mempedomani Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2023 Tentang Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah, kebijakan itu jelas melanggar aturan. Regulasi berlaku menegaskan, anggota partai politik dilarang menduduki jabatan Dewas BUMD,” tandas Ricky.

Guna menjamin tata kelola yang sehat dan profesional, Dewas BUMD harus netral terbebas dari afiliasi politik, kata Direktur KBC yang selama ini dikenali publik konsisten mengkritisi dan membersihkan praktik-praktik menyimpang dan korupsi di lingkungan BUMD dan BUMN.

Ricky mengingatkan Pemerintah Kabupaten Karawang, untuk tidak membiarkan praktek semacam ini terus dipertontonkan tanpa ada koreksi pasti.

Panitia Seleksi Dewan Pengawas Petrogas BUMD Karawang

Jika kita ingin Petrogas dikelola profesional, harus diawali dari proses rekrutmen yang bersih, transparan, tidak sarat kepentingan. Jangan cuma jargonnya profesionalisme, namun praktiknya jauh dari kenyataan.

Agar BUMD Karawang menjadi institusi kredibel dan bermanfaat bagi masyarakat luas, Ricky mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan, untuk bersama, mengawasi ketat proses seleksi dan mendorong keterbukaan informasi.

Keberadaan Pansel Dewas Petrogas BUMD Karawang yang melibatkan kalangan intelektual Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) diharapkan dapat tegak lurus, serius menjalankan aturan, tidak ternoda oleh kepentingan kelompok. (Pri )

Komentar