Karawang, -SURYADINAMIKA.net – Keterwakilan sebuah komunitas pada lembaga penentu kebijakan sangatlah diperlukan, agar aspirasi pikiran, pendapat dan keinginan bisa tersalurkan dan dapat direalisasikan.
Dalam struktur masyarakat, terdapat komunitas masyarakat yang kesehariannya bergelut dengan pendidikan, yaitu guru. Soal murid, soal pasilitas, soal alat belajar mengajar, soal kurikulum, soal bangunan dan lingkungan sekolah, soal orang tua murid dengan partisipasinya, soal kesejahteraan, sampai ke soal keuangan untuk membiayai proses pendidikan. Mungkin masih banyak hal lain yang dirasakan guru dalam menjalankan tugas profesinya.
Semua persoalan tersebut membutuhkan sentuhan perangkat peraturan dan perundang-undangan yang bisa mengikat, agar guru bisa menjalankan tugasnya dengan baik.
Hal tersebut diungkapkan seorang mantan praktisi pendidikan, Drs. Agus Yusup kepada wartawan, Selasa,(14/09).

Agus Yusuf punya pandangan, bahwa kaum guru dan para pihak yang berkepentingan dengan pendidikan, mestinya memiliki perwakilan politik di parlemen, karena, menurut Agus, dalam sistem demokrasi, suka tidak suka, senang tidak senang, segala aspirasi warga untuk membuat aturan yang lebih baik, yang mengikat, mesti disalurkan, diproses dan diputuskan melalui lembaga politik yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR, DPRD I atau DPRD II), dimana lembaga tersebut dihuni oleh orang-orang partai politik. Sementara, jalur politik saat ini terbuka bagi pensiunan guru.
“Sistem kita kan demokrasi. Jadi suka tidak suka, senang tidak senang pada partai politik, ya harus melalui partai politik. Sementara jalur politik bagi pensiunan guru kan sudah sangat terbuka.” Ungkap Agus.
“Jadi, lanjut Agus, “saya sih mendorong para pensiunan guru yang memiliki kemampuan, baik kemampuan intelektual maupun material, ya majulah jadi calon anggota legislatif. Di sana bukan hanya menjadi wakil dunia pendidilan untuk memperjuangkan pendidikan agar lebih baik, disana kan otak dan ilmunya terus dipake, diasah, itu kan namanya dimanfaatkan. Ilmu yang bermanfaat. ” ucap Agus bersemangat. (KS).















