Irjen Kemenkumham RI ,Reynhard Silitonga : Fungsi Lapas Menyiapkan Warga Binaan Untuk Kembali Ke Masyarakat Siap Kerja

Berita, Sosial176 views
Irjen Kemenkumham RI Reynhard Silitonga didampingi Ka Lapas Kelas IIA Karawang melihat langsung kesiapan sarana kesehatan Klinik Lapas Karawang

Karawang,|SDM|Irjen Kemenkumham Reynhard Silitonga, dalam kunjungan kerjanya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Karawang Selasa (7/5/2024) siang menyampaikan, fungsi Lembaga Pemasyarakatan adalah menyiapkan warga binaan pemasyarakatan untuk kembali ke masyarakat siap kerja.

Pembinaan warga binaan, ungkap Reynhard, bukan hanya semata boleh dilakukan oleh lembaga pemasyarakatan saja, namun pula bisa melibatkan pihak ke tiga dengan menyesuaikan program kerja instansi bersangkutan.
Misalnya, dari TNI-POLRI dengan program kerjanya, menyiapkan warga binaan pemasyarakatan agar memiliki pola hidup disiplin melalui pengetahuan baris berbaris.
Sehingga ketika warga binaan bersangkutan selesai menjalankan masa hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan, dia akan menjadi orang yang berdisiplin kuat, berguna bagi bangsa dan negara, dan jera, tidak lagi mengulangi perbuatan jahat.

Dikatakan Irjen Kemenkumham, pembinaan dilakukan lembaga pemasyarakatan di Indonesia ,selain bidang pertanian dan perkebunan, pula bidang infrastruktur bangunan, mebeuler, kerajinan tangan ,home industri pakaian atau kelambu yang hasil produknya di jual ekspor.

Irjen Kemenkumham Republik Indonesia berterimakasih kepada Kepala Lapas Kelas IIA Karawang ,Christo Victor Nixon Toar, yang telah berkontribusi baik untuk bangsa dan negara telah menyiapkan sarana kesehatan layak serta dapur masak higienis bagi warga binaan Lapasnya.

” dapur higienis Lapas Kelas IIA Karawang dan beberapa Lapas di Indonesia yang saya resmikan, mirip dengan yang ada di Pennsylvania Amerika. Dapur makanan Lapas ini menyiapkan makanan higienis bersertifikat sehat ,dan aman dikonsumsi oleh warga binaan, ungkap Reynhard seraya berujar, jika pada sebelumnya ada dapur sehat ini, dapur Lapas yang ada dinilai kurang sehat hingga berpotensi mengganggu kesehatan, katanya.

Dalam pesan moralnya kepada KUPT, Reynhard Silitonga tegaskan, agar warga binaan di Lapas dapat dilayani secara baik.

“Warga binaan yang ada didalam Lapas adalah warga kita, jangan di nomor duakan, biar nanti kedepan dia bisa berkarya untuk bangsa dan negara. ” kata Reynhard Silitonga, sembari mengkisahkan tokoh revolusioner Anti-Apartheid dan politisi Afrika Selatan, kelahiran Mvezo 18 Juli 1918 Nelson Rolihlahla Mandela, yang selama hidupnya bertahun – tahun dirinya dipenjarakan oleh pemerintah setempat, kemudian dia menjadi Presiden di negaranya dari tahun 1994 hingga 1999 dan wafat tanggal 5 Desember 2013 di Houghton Estate ,Johannesburg,Afrika Selatan.

“Warga binaan ini, potensi untuk bangsa dan negara sesuai kemampuan dimilikinya, pungkas Reynhard Silitonga. (pri)

Komentar