Gelar Hajat Bumi, Petani Lemahduhur Padukan Adat Karuhun dengan Peresmian Jalan

Berita, Daerah, Sosial247 views
Atas nama Kepala Desa Lemahduhur, Asim Asyari,Sekdes Lemahduhir melakukan gunting pita peresmian jalan.

Karawang, SURYADINAMIKA.NET-Menyambut musim tanam berikutnya, masyarakat petani Desa Lemahduhur Kecamatan Tempuran menggelar acara adat turun temurun (adat karuhun) syukuran setelah panen dan menjelang turun ke sawah untuk menggarap tanah musim rendeng 2026, yang sering disebut “hajat bumi”atau “babaritan”, Rabu 4 Pebruari 2026 di area pesawahan “Cijagal”.

Tokoh masyarakat setempat H.Rahmat Sugiana,S.Pd mengatakan, pelaksanaan acara yang dinilainya sebagai sakral itu sengaja dilaksanakan di pesawahan terbuka meski mengambil posisi jalan raya, tapi tidak mengganggu pengguna jalan.

H.Rahmat yang juga mantan kepala desa Lemahduhur itu merinci  acara yang disebutnya sangat sakral itu, diformat dengan tampilan paduan adat karuhun dengan gaya masa kini.

“Sudah dua tahun ini kami menggelar acara hajat bumi yang sanagat sakral ini dengan memadukan tampilan adat karuhun dengan gaya masa kini.” Kata H.Rahmat membuka percakapan dengan Suryadinamika di lokasi kegiatan.

Dimulai jam 10 acara dimulai dengan tampilan panggung seni musik mengiringi tarian pasukan gotong sisingaan memanjakan anak-anak petani, dengan “tumpak sisingaan”.  Tampilan ini bertujuan memberikan hiburan kepada warga yang hadir di acara itu.

Tepat setelah waktu dzuhur acara ruatan oleh dalang wayang kulit yang menjadi acara paling sakral, dilanjut dengan babaritan yang menggelar berbagai makanan dan buah-buahan sebagai simbol kesuburan. Diujungnya warga berebut makanan sebagai simbol kebersamaan menikmati hasil keringat sebagai petani.

Beni Burhani,S.Pd,MM Ketua Panitia Pelaksana Hajat Bumi pada kata sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas segala bantuan dan dorongan warga petani dan warga semua, atas terselenggaranya acara ini.

Beni mengatakan acara ini warisan leluhur kita sebagai petani, yang banyak mengandung simbol positif yang harus dan bisa digali oleh generasi berikutnya. Makanan yang disajikan dan diperebutkan merupakan simbol kemakmuran dan kebersamaan, ujar Beni.

Selain Hajat Bumi, acara ini juga merupakan acara syukuran para petani yang merasa bangga dengan telah selesainya pengerjaan ruas jalan yang menghubungkan Dusun Jarakah dengan Desa Tanjungjaya. Dengan selesainya pengecoran jalan tersebut, diharapkan dapat memperlancar arus pengangkutan hasil produksi panen.

Sebagai tanda disahkannya  penggunaan jalan tersebut, Asim Asari, Sekertaris Desa Lemahduhur, didampingi para tokoh tani, melakukan “gunting pita”.

Diketahui, acara tahunan ini disponsori oleh Kelompok Tani Mitra Saluyu dan Kelompok Tani Muncul Jaya dan Pemerintah Desa Lemahduhur.

(Ks)

Komentar