Dies Natalis PMI UIN Sunan Kalijaga Ke-26, Integrasi Budaya dan Islam Dalam Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan

Berita, Pendidikan504 views

Yogyakarta,SURYADINAMIKA.net-Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta merayakan Dies Natalis ke-26, mengusung tema ā€œMerajut Budaya, Membangun Ekonomi Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutanā€.

Tema ini, mencerminkan semangat prodi menjadikan kearifan lokal sebagai landasan strategis dalam membangun masyarakat yang berdaya.

Konsep ini, selaras dengan prinsip Press Realist, di mana realitas sosial, budaya, dan agama menjadi inspirasi utama menciptakan solusi untuk pemberdayaan masyarakat.

Relevansi Pemberdayaan Berbasis Islam dan Budaya Dies Natalis ke-26 ini tak hanya menjadi perayaan, terlebih menjadi refleksi mendalam tentang bagaimana PMI sukses memadukan Islam dan budaya dalam pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini momentum penting bagi sivitas akademika dalam merefleksikan perjalanan panjang dalam kontribusi prodi PMI mengembangkan ilmu dan inovasi pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam dan budaya lokal.

Kaprodi S1 PMI, Siti Aminah, S.Sos.I., M.Si., tegaskan, pendidikan tidak hanya berorientasi teori, namun pula, pada aplikasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Karenanya, mahasiswa, penting mempraktikkan ilmu yang telah dipelajarinya.

” bagi mahasiswa PMI, mari terus menggali ilmu pengetahuan, agar bisa melahirkan aksi-aksi nyata dalam melakukan inovasi pemberdayaan masyarakat,” ajak Siti Aminah, Selasa, 19/11/2024 siang.

Hadir di kegiatan ini, Dosen senior PMI, Prof. Dra. Siti Syamsiyatun, M.A., Ph.D., mengapresiasi capaian prodi selama lebih dua dekade.

ā€œSelamat Milad Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dengan akreditasi unggul, bersama kita raih masa depanā€ ungkap Siti Syamsiyatun.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dan lintas disiplin merupakan hal penting dilakukan, guna memastikan keberlanjutan perjalanan program pemberdayaan dilakukan sebelumnya.

Sepanjang kurun waktu 26 tahun perjalanannya, Prodi PMI telah banyak melakukan transformasi dan inovasi keilmuan, diantaranya, membuka Program Magister Pengembangan Masyarakat Islam.

Kehadiran program ini menjadi bukti nyata, PMI terus menjawab tantangan jaman dengan perluasan cakupan keilmuannya.

Dengan kurikulum adaptif, program ini mengintegrasi teori dan praktik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal dan global.

Senada ungkapan Siti Syamsiyatun, Wakil Dekan dan Kaprodi Magister Pengembangan Masyarakat Islam
Wakil Dekan 1 Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dr. Pajar Hatma Indra Jaya, S.Sos., M.Si., mengingatkan, pentingnya membangun kolaborasi strategis untuk mendukung lulusan PMI.

ā€œ26 tahun, bukan lagi usia muda, PMI harus segera mencari mitra abadi ,yang dapat menjadi tempat kerja alumni,ā€ ujar Pajar.

Ungkapan Pajar Hatma Indra Jaya, menunjukkan urgensi sinergitas antara dunia akademik dan dunia kerja dalam perluasan peluang lulusan PMI.

Sementara Kaprodi Magister PMI, Dr. Hj. Sriharini, S.Ag., M.Si berharap, PMI dapat tampil semakin keren, terdepan, terpercaya dan sukses dalam kontribusinya membangun bangsa dan negara.

Program magister PMI merupakan pelengkap penting bagi pemberdayaan masyarakat secara holistik, kata Sriharini.

Disebutkan, Budaya dan Islam merupakan kekuatan Pemberdayaan
masyarakat berbasis Islam.

Budaya bukan hanya konsep abstrak, namun telah diaplikasikan oleh PMI diberbagai program pemberdayaan.

Prodi ini, secara konsisten mendorong pengelolaan wakaf sebagai alat pemberdayaan berkelanjutan, mengembangkan integrasi keilmuan dengan nilai-nilai budaya lokal, dan memberi solusi inovatif bagi berbagai tantangan sosial.

Praktik pemberdayaan seperti ini memiliki relevansi kuat dengan pengelolaan wakaf di masa kejayaan Dinasti Islam, di mana kala itu wakaf menjadi salah sebuah instrumen utama pendukung pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Di era modern, pelajaran ini diterjemahkan oleh PMI melalui pendekatan inovatif, seperti pengelolaan wakaf produktif dan pemberdayaan berbasis komunitas.

Dengan bertambahnya usia, PMI kian menyadari pentingnya beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan akar keilmuan Islam.

Langkah strategis perluasan jejaring kerjasama, penguatan program magister, dan peningkatan kualitas lulusan, menjadi fokus utama diwaktu mendatang.

Melalui tema Dies Natalis ini, PMI bukan hanya merayakan keberhasilannya semata , terlebih, PMI terus berkomitmen benkontribusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini bukti nyata, bahwa pendidikan berbasis Islam dan budaya lokal, masih sangat relevan dalam menciptakan perubahan sosial berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Sekretaris Prodi PMI, Halimatus Sa’diyah, S.I.Kom., M.I.Kom menyampai ucapan selamat ulang tahun untuk Prodi Pengembangan Masyarakat Islam, dan terus bermanfaat membangun Indonesia, sesuai visi prodi ,menjadi pusat unggulan pemberdayaan masyarakat berbasis Islam.

Dies Natalis ke-26 Prodi Pengembangan Masyarakat Islam ( PMI ) bukan semata hanya sekedar perayaan, terlebih, agenda ini merupakan tonggak penting perjalanan prodi ini terus hadir menjadi pelopor pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam dan budaya.

Dengan dukungan penuh dari sivitas akademika, alumni dan mitra strategis, PMI optimis, akan terus melahirkan inovasi yang berdampak luas bagi bangsa dan negara serta dunia.
( Moch.Sinung Restendy / M.Rudi Wijaya)

Komentar