Desi Lestari Akan Kirim Surat Ke Kapolri dan Kapolda Jabar.

Berita, Hukum, Kriminal263 views

Karawang, – SURYADINAMIKA.net – Tak jelas perkembangan perkara yang dilaporkannya, Desi Lestari, salah seorang korban investasi bodong, berniat mengadukannya ke Kapolri dan Kapolda Jawa Barat. Bukan hanya ke dua petinggi Polri itu, Desi juga akan melaporkannya ke Kadiv Propam Mabes Polri dan Kabid Propam Polda Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan Desi Lestari kepada media, Jumat (7/10).

“Saya dan korban lainnya sudah sangat kesal, perkara ini gak jalan, padahal udah lama kita laporkan ke Polres.  Saya ngga bakal diam. Saya akan kirim surat ke Pak Kapolri dan Pak Kapolda. Bukan cuma ke pimpinan Polri, tapi saya juga akan kirim surat ke Propam Polri dan Propam Polda, tujuannya supaya pak Kapolri dan Pak Kapolda mendorong perkara penipuan ini bisa berjalan diproses secepatnya,” ujar Desi.

Desi juga mengatakan, korban-korban bener-bener menderita batin, stres, memikirkan bagaimana uang yang jumlahnya tidak sedikit itu bisa kembali atau tidak. Sedangkan pelakunya enak-enakan, santai-santai saja.

Sebelumnya diberitakan, puluhan orang, korban investasi bodong, mendatangi Mapolres Karawang, untuk melaporkan pelaku yang beralamat di Dusun Krajan 2 RT 04/04 Desa Kedawung Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang, Sabtu (10/09/2022).

Para korban investasi bukan hanya warga Karawang, tapi juga ada dari luar Karawang.

Kerugian para korban berpariasi, dari puluhan juta hingga ratusan juta.  Dari banyaknya korban, diperkirakan kerugian mencapai milyaran rupiah.

Kuasa hukum korban, Syarif Hidayat, S.H mengatakan, 13 orang yang melapor kepadanya dan dirinya sudah melaporkan pelaku investasi bodong ke Polres Karawang.

“Saya kuasa hukum dari 13 orang korban investasi bodong sudah melaporkan pelaku ke Polres Karawang. Korbannya itu bukan hanya klien saya saja, masih banyak puluhan orang yang sudah tertipu dengan investasi bodong dengan iming-iming keuntungan 15 persen dari hasil investasi.” Ucap Syarif Hidayat, S.H.

Salah seorang korban, Ica, mengatakan dirinya meminta agar pihak kepolisian segera menangkap si pelaku. Dirinya mengaku sempat merasa putus asa bahkan punya pikiran mau bunuh diri akibat tertipu dengan investasi yang menjajikan keuntungan sangat menggiurkan itu.  Menurut pengakuan Ica, total kerugian  yang masuk dalam investasi sebesar 280 juta rupiah. (RED)