
Karawang – SURYADINAMIKA.NET-
Brits Hotel Karawang tidak sekadar menjalankan bisnis perhotelan. Di tengah tantangan pelestarian seni tradisional yang kian membutuhkan ruang ekspresi, hotel tersebut mengambil peran langsung dengan menjadikan area hotel sebagai panggung bagi pelaku seni budaya lokal untuk tampil, berkembang, dan dikenal masyarakat luas.
Komitmen itu diwujudkan melalui program Hospitality as Community Hub yang secara konsisten memberikan ruang kepada sanggar- sanggar seni di Kabupaten Karawang untuk memperkenalkan karya dan identitas budayanya kepada para tamu hotel maupun masyarakat umum.
Terbaru, Sanggar Bentang Galura dari Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari, menjadi sanggar ketujuh yang tampil membawakan tari Jaipong dalam rangkaian program pelestarian budaya yang digagas Brits Hotel Karawang.
General Manager Brits Hotel Karawang, N. Zikri, mengatakan pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui seremoni atau peringatan tahunan.
Menurutnya, kesenian tradisional membutuhkan ruang tampil yang berkelanjutan agar tetap hidup dan mampu menarik minat generasi muda.
“Brits Hotel Karawang ingin menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya daerah. Kami tidak hanya menyediakan fasilitas hotel, tetapi juga membuka ruang bagi para seniman untuk menunjukkan karya mereka kepada masyarakat yang lebih luas,” kata Zikri, Selasa 16 Juni 2026.
Ia menegaskan, hotel memiliki posisi strategis sebagai titik pertemuan berbagai kalangan masyarakat, termasuk tamu dari luar daerah.
Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Karawang secara langsung kepada publik.
“Karawang memiliki seni dan budaya yang sangat kaya. Kami ingin para tamu yang datang tidak hanya mengenal Karawang sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki identitas budaya yang kuat,” ujarnya.
Menurut Zikri, keberhasilan program hingga melibatkan tujuh sanggar seni menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sektor usaha dan komunitas budaya mampu memberikan dampak positif terhadap upaya pelestarian seni tradisional.
Sementara itu, Executive Assistant Manager Brits Hotel Karawang, Dinto, menjelaskan konsep yang dibangun tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga menciptakan interaksi langsung antara pelaku seni dan masyarakat.
“Kami sengaja menghadirkan suasana yang dekat dan terbuka. Tamu dapat menyaksikan proses latihan, pertunjukan hingga ikut belajar menari bersama para penari. Dengan cara itu budaya tidak hanya ditampilkan, tetapi juga dikenalkan secara langsung kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan yang saat ini rutin digelar dua kali dalam sebulan tersebut akan terus diperluas dengan melibatkan lebih banyak komunitas seni dan budaya di Karawang.
“Ini bukan sekadar program hiburan hotel. Kami ingin membangun gerakan bersama untuk menjaga seni budaya daerah agar tetap hidup dan mendapat ruang di tengah perkembangan zaman,” tegas Dinto.
Pendiri Sanggar Bentang Galura, Vivi, mengapresiasi langkah Brits Hotel Karawang yang dinilai telah memberikan kesempatan berharga bagi para pelaku seni untuk menampilkan kemampuan sekaligus memperkenalkan tari Jaipong kepada khalayak yang lebih luas.
Menurutnya, dukungan sektor swasta sangat dibutuhkan dalam menjaga keberlangsungan seni tradisional, terutama bagi sanggar-sanggar yang selama ini konsisten membina generasi muda.
“Kesempatan tampil seperti ini sangat berarti bagi kami. Anak-anak menjadi lebih percaya diri dan memiliki ruang untuk menunjukkan bahwa seni tradisional masih dicintai dan layak terus dilestarikan,” ujarnya.
Melalui program yang berjalan berkelanjutan tersebut, Brits Hotel Karawang menegaskan perannya bukan hanya sebagai pelaku usaha jasa perhotelan, tetapi juga sebagai mitra pelestarian budaya yang aktif membuka ruang bagi seniman lokal untuk menjaga, mengenalkan, dan mewariskan kekayaan budaya Karawang kepada generasi mendatang.(Pri)














Komentar