Password SPMB Diduga Dimanipulasi, Warga Karawang Laporkan Dugaan Penghambatan Hak Siswa ke Polisi

Kejanggalan mulai terungkap saat pihak SDN Kondang Jaya 1 menyampaikan bahwa password milik siswa tersebut telah berubah serta menyebutnya tengah diurus oleh operator ke dinas terkait

Karawang – SURYA DINAMIKA.NET

Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kabupaten Karawang Tahun Ajaran 2026 / 2027 kembali menjadi sorotan.

Seorang orang tua siswa melaporkan dugaan manipulasi data akses pendaftaran yang dinilai telah menghambat hak anaknya untuk mengikuti proses seleksi masuk sekolah negeri.

Muhammad Chaedir (46), warga Perumahan Griya Mas Lestari, Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur, resmi mengadukan persoalan tersebut ke Satreskrim Polres Karawang melalui Laporan Pengaduan Nomor LAPDU/658/VI/2026/Reskrim.

Laporan itu berawal ketika Muhamad Chaedir hendak mendaftarkan anak lelakinya ke SMP Negeri 2 Majalaya melalui sistem SPMB online. Namun, username dan password yang diterima anaknya tersebut dari SDN Kondangjaya 1 justru tidak dapat digunakan untuk mengakses sistem pendaftaran.

Meski telah berulang kali mencoba login, akses tetap ditolak. Upaya meminta bantuan kepada wali kelas maupun operator sekolah tujuan juga tidak membuahkan hasil.

Kejanggalan mulai terungkap saat pihak SDN Kondang Jaya 1 menyampaikan bahwa password milik siswa tersebut telah berubah serta menyebutnya tengah diurus oleh operator ke dinas terkait.

Selang waktu kemudian, orang tua siswa diminta datang langsung ke Dinas Pendidikan untuk memperoleh password baru.

Yang mengejutkan, password yang diterbitkan Dinas Pendidikan berbeda dengan password yang sebelumnya diberikan oleh pihak sekolah.

Perbedaan data akses itulah yang kemudian memunculkan dugaan adanya perubahan atau manipulasi password tanpa sepengetahuan pemilik akun maupun orang tua siswa.

“Saya mempertanyakan mengapa password yang diberikan sekolah berbeda dengan yang dikeluarkan Dinas Pendidikan. Siapa yang mengubah dan untuk tujuan apa harus dijelaskan secara terbuka,” kata Muhamad Chaedir saat dikonfirmasi, pada Selasa 23 Juni 2026.

Muhamad Chaedir menilai persoalan tersebut tidak bisa dianggap sebagai kesalahan teknis biasa, sebab akses login merupakan pintu utama bagi siswa untuk mengikuti proses pendaftaran sekolah negeri.

Ia menduga ada tindakan yang berpotensi menghambat proses pendaftaran anaknya, terlebih karena putranya tidak mengikuti mekanisme pendaftaran kolektif yang difasilitasi sekolah asal.

Dugaan tersebut kian menguat setelah sejumlah siswa peserta pendaftaran kolektif dilaporkan dapat mengikuti proses seleksi tanpa kendala dan telah diterima di beberapa SMP negeri.

“Kami ingin mengetahui apakah ada kaitan antara kendala yang dialami anak saya dengan keputusan kami yang tidak mengikuti pendaftaran kolektif. Pertanyaan ini harus dijawab secara transparan,”tegasnya.

Kasus ini membuka ruang evaluasi terhadap keamanan sistem administrasi SPMB, khususnya terkait pengelolaan akun peserta didik. Sebab, password dan data akses merupakan dokumen elektronik yang tidak boleh diubah secara sepihak tanpa persetujuan pemilik akun atau mekanisme resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Apabila dugaan manipulasi password tersebut terbukti benar adanya, maka persoalan ini tidak hanya menyangkut kesalahan administrasi, tetapi juga berpotensi mencederai asas keadilan dan kesetaraan akses pendidikan yang menjadi dasar pelaksanaan SPMB.

Sementara itu, Muhamad Chaedir berharap aparat penegak hukum dan pemerintah daerah segera mengusut tuntas persoalan tersebut agar tidak ada lagi peserta didik yang dirugikan oleh dugaan praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan keadilan dalam penerimaan murid baru.

“Jangan sampai sistem yang dibuat untuk memudahkan justru menjadi alat yang menghalangi hak anak memperoleh pendidikan. Semua pihak harus bertanggung jawab dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan perubahan password, mekanisme pengelolaan akun peserta SPMB, maupun informasi mengenai pendaftaran kolektif yang disebut melibatkan pungutan biaya tertentu.

Redaksi SuryaDinamika.net membuka ruang hak jawab seluas luasnya bagi pihak pihak yang disebut namanya dalam kepentingan klarifikasi persoalan terjadi.(Pri)

Komentar