
Karawang – SURYADINAMIKA.NET
Keseriusan dunia industri dalam menyiapkan sumber daya manusia siap kerja kembali ditunjukkan Brits Hotel Karawang melalui kegiatan sharing session bersama siswa jurusan perhotelan SMK Negeri 1 Jatisari, Rabu 27 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri hospitality untuk memangkas kesenjangan antara teori di sekolah dengan tuntutan kerja riil di lapangan.
Menjelang Praktik Kerja Lapangan (PKL), siswa dibekali langsung pemahaman mengenai budaya kerja hotel, standar pelayanan tamu hingga tantangan industri perhotelan yang menuntut disiplin dan profesionalisme tinggi.
Praktisi dari Departemen Front Office dan Housekeeping Brits Hotel Karawang turun langsung memberikan materi dan pengalaman kerja kepada para siswa.
Tidak hanya soal teknis operasional hotel, mereka juga mengupas pola kerja industri hospitality yang mengutamakan kecepatan pelayanan, etika kerja dan kemampuan komunikasi.
General Manager Brits Hotel Karawang, N. Zikri menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen hotel dalam membantu mencetak generasi muda yang siap bersaing di dunia kerja.
“Tujuan utama sharing session adalah berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai dunia perhotelan kepada para siswa.
Kami ingin memberi gambaran nyata tentang bagaimana industri hospitality bekerja, mulai dari operasional hingga pelayanan kepada tamu,” kata Zikri.
Ia menilai, banyak siswa memiliki kemampuan dasar, namun belum memahami tekanan dan ritme kerja industri hospitality yang bergerak cepat dan menuntut ketepatan pelayanan.
Karena itu, kata dia, keterlibatan langsung pelaku industri menjadi penting agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap secara mental ketika memasuki dunia kerja.
Assistant HRD Brits Hotel Karawang, Dea menjelaskan, program sharing session rutin dilakukan bersama sekolah-sekolah yang memiliki jurusan hospitality sebagai bagian pembinaan calon tenaga kerja muda.
Menurutnya, kegiatan sengaja dilakukan menjelang masa PKL agar siswa memiliki gambaran jelas mengenai kondisi kerja sebenarnya di hotel.
“Sharing session ini rutin dilakukan, baik setiap enam bulan sekali berdasarkan kebutuhan sekolah maupun tahunan kepada sekolah-sekolah yang bekerja sama dengan kami. Tujuannya agar siswa memiliki gambaran nyata tentang dunia kerja hotel sebelum mereka benar-benar terjun langsung saat PKL,” ujarnya.
Dea menambahkan, Front Office dan Housekeeping dipilih karena menjadi bagian vital operasional hotel sekaligus bidang yang paling dekat dengan kompetensi siswa jurusan perhotelan.
“Front Office dan Housekeeping dipilih karena sesuai kebutuhan siswa jurusan perhotelan. Kami ingin siswa mengetahui secara langsung bagaimana pekerjaan di hotel berjalan, termasuk tantangan, budaya kerja hingga peluang karier di industri hospitality,” sambungnya.
Suasana kegiatan berlangsung dinamis. Para siswa tampak aktif bertanya mengenai pengalaman kerja, peluang jenjang karier hingga tekanan kerja di industri hotel yang dikenal menuntut pelayanan prima tanpa kompromi.
Dalam sesi tersebut, pihak hotel juga menegaskan bahwa karier di industri hospitality terbuka luas bagi siapa saja yang memiliki kemampuan, kedisiplinan dan kemauan belajar tinggi.
Selain pembekalan teknis, siswa juga diberikan motivasi agar memiliki kepercayaan diri saat menjalani PKL dan tidak takut menghadapi dunia kerja profesional.
“Kami juga menjelaskan bahwa sikap ramah, profesional dan pelayanan kepada tamu menjadi dasar penting di industri hospitality.
Namun kemampuan tersebut bisa dipelajari dan dibangun bertahap melalui pengalaman serta pembiasaan selama menjalani PKL,” kata Dea.
Kepala Program Keahlian Jurusan Perhotelan SMK Negeri 1 Jatisari, Vika mengapresiasi keterlibatan aktif dunia industri dalam mendukung peningkatan kompetensi siswa.
Menurutnya, sinergi sekolah dan industri menjadi kebutuhan mendesak agar lulusan SMK tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi sesuai standar kerja industri hospitality.
“Kolaborasi ini sangat penting karena dapat menjembatani antara materi teori yang dipelajari di sekolah dengan kebutuhan kerja nyata di dunia hotel, sehingga siswa memiliki kompetensi sesuai standar industri hospitality,” pungkasnya.(Pri)











Komentar