
KARAWANG, SURYADINAMIKA.NET — Pertumbuhan eceng gondok kini menjadi momok serius bagi para petani di Karawang. Hampir merata di setiap saluran air teknis — baik saluran primer, sekunder, maupun tersier — permukaannya penuh tertutup tanaman liar tersebut. Kondisi ini mengganggu sistem distribusi air irigasi, menyebabkan kekurangan air di lahan pertanian sekaligus mempercepat pendangkalan saluran.
Perlu disadari, eceng gondok yang menutupi saluran irigasi di Karawang ini berasal dari hulu, yaitu Danau Jatiluhur. Oleh karena itu, penanganannya tidak cukup hanya di tingkat kabupaten, melainkan harus melibatkan pihak terkait dari pusat hingga provinsi. Sayangnya, hingga saat ini belum terlihat tindakan berarti dari pemerintah untuk mengatasi masalah yang kian meresahkan ini.
Asep Sudrajat, Aktifis Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FKPDAS) Korwil Kabupaten Karawang, menegaskan persoalan ini tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah sendirian.
“Persoalan ini tidak bisa diselesaikan oleh daerah semata. Karena sumbernya dari Danau Jatiluhur, maka Bapak Gubernur Jawa Barat, Bapak Dedy Mulyadi, harus turun tangan langsung dan terjun ke lapangan.” Kata Asep, Sabtu (10/10).
Ia juga mendorong Bupati Karawang untuk segera melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk menggelar Rapat Dengar Pendapat di DPRD yang melibatkan BBWS Citarum (Balai Besar Wilayah Sungai Citarum) dan PJT II (Perum Jasa Tirta II) — instansi yang mengelola Bendungan Jatiluhur — guna menemukan solusi yang akurat dan menyeluruh dalam memberantas eceng gondok di saluran-saluran irigasi wilayah Karawang.
Tidak semua petani di Karawang tahu kalau yang memegang kewenangan pengelolaan air irigasi itu oleh BBWS ataupun PJT II, bagi petani tetap minta tanggungjawab pemerintah, pungkas Asep Sudrajat. (Red)

















Komentar