
KARAWANG,SURYADINAMIKA.NET-Pemandangan memprihatinkan terlihat di halaman Kantor Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang. Sebuah pohon yang tumbang dibiarkan tergeletak begitu saja tanpa penanganan, meskipun lokasinya berada tepat di lingkungan kantor yang identik dengan aktivitas kepramukaan. Kondisi tersebut terpantau awak media pada Jumat (23/10/2026).
Pohon tumbang yang berada di halaman kantor itu terlihat belum dirapikan. Ironisnya, menurut keterangan warga di sekitar lokasi, pohon tersebut sudah tumbang sejak beberapa hari sebelumnya. Situasi ini pun memunculkan pertanyaan mengenai kepedulian pihak pengelola terhadap kebersihan, kerapian, dan kenyamanan lingkungan kantor.
Pohon Tumbang Dibiarkan, Citra Kantor Pramuka Dipertaruhkan
Keberadaan pohon tumbang yang dibiarkan berhari-hari tentu menjadi pemandangan yang kurang sedap dipandang. Terlebih, Kantor Kwarran Banyusari merupakan tempat yang berkaitan dengan kegiatan kepramukaan, termasuk aktivitas para kepala sekolah, guru, serta unsur lainnya yang berhubungan dengan gerakan Pramuka.
Seorang warga yang berada di sekitar lokasi menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, pohon yang sudah tumbang seharusnya segera dirapikan agar tidak mengganggu kenyamanan lingkungan.
“Sudah beberapa hari pohon itu tumbang, tetapi masih dibiarkan begitu saja. Seharusnya segera dibereskan, apalagi itu berada di depan kantor Pramuka. Kalau dibiarkan terus, tentu tidak enak dipandang dan membuat orang yang hendak masuk ke gedung merasa kurang nyaman,” ungkap warga tersebut.
Kondisi ini menjadi sorotan karena penanganan pohon tumbang semestinya menjadi perhatian agar lingkungan kantor tetap bersih, tertata, dan nyaman bagi siapa pun yang datang.
Jangan Sampai Terlihat Sepele, tetapi Mencerminkan Kurangnya Perhatian
Persoalan pohon tumbang mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika dibiarkan berhari-hari tanpa penanganan, kondisi tersebut dapat memunculkan kesan bahwa pemeliharaan lingkungan kantor belum menjadi prioritas. Apalagi, kantor yang berada di bawah naungan gerakan Pramuka semestinya dapat memberikan contoh dalam hal kedisiplinan, kepedulian, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Jika memang pohon tersebut memerlukan penanganan khusus, setidaknya perlu ada langkah awal untuk mengamankan lokasi dan memastikan tidak mengganggu akses keluar-masuk gedung. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya dapat segera ditindaklanjuti justru berlarut-larut dan menjadi perhatian publik.
Masyarakat tentu berharap pihak pengelola tidak menutup mata terhadap kondisi lingkungan kantornya sendiri. Kepedulian tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjaga fasilitas dan lingkungan yang menjadi tanggung jawabnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pengurus Kwarran Banyusari terkait penyebab pohon tumbang tersebut maupun alasan belum dilakukannya penanganan.
Awak media masih membuka ruang bagi pengurus Kwarran Banyusari untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi mengenai kondisi tersebut. (Irw)












Komentar