
KARAWANG – SURYADINAMIKA.NET
PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menyatakan terbuka dan mendukung dilakukannya audit atau investigasi independen untuk mengungkap sumber dugaan oil spill yang ditemukan di pesisir Cemara Jaya dan Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.
Sikap tersebut ditegaskan PHE ONWJ dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Karawang bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemerintah kecamatan dan desa, serta kelompok nelayan terdampak, Selasa (1/9/2026).
Dukungan terhadap audit independen menjadi penting di tengah perbedaan informasi mengenai asal ceceran minyak diduga kuat oilspill yang ditemukan di kawasan pesisir laut Karawang.
PHE ONWJ sebelumnya menyatakan tidak menemukan anomali dalam kegiatan operasi dan produksi perusahaan.
Hasil oil fingerprinting terhadap sampel yang diambil dari lokasi temuan juga disebut tidak identik dengan karakteristik minyak PHE ONWJ.
General Manager PHE ONWJ, Wirdan Arifin, mengatakan pemeriksaan telah dilakukan secara intensif menggunakan kapal laut, drone dan helikopter untuk memastikan kondisi fasilitas serta wilayah operasi perusahaan.
PHE ONWJ juga mengambil sampel dari Pantai Cemara Jaya dan Pantai Sedari pada 26 Agustus 2026. Sampel tersebut kemudian dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk menjalani pengujian.
Meski hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar pernyataan perusahaan, PHE ONWJ tidak menutup ruang bagi pemeriksaan lanjutan secara independen.
Manager Communication, Relations & CID Regional Jawa PHE ONWJ, Pinto Budi Bowo Laksono, menegaskan perusahaan siap mendukung proses verifikasi yang dilakukan para pemangku kepentingan.
“Terkait verifikasi di lapangan, laporan, temuan yang berkaitan dari semua pemangku kepentingan, kami terbuka dan siap mendukung masukan dan laporan masyarakat,” tegas Pinto saat dikonfirmasi Selasa, 1 September 2026.
Sikap terbuka tersebut sejalan dengan dorongan Komisi III DPRD Karawang yang mengusulkan pembentukan tim investigasi independen untuk menelusuri sumber ceceran minyak sekaligus memastikan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat pesisir.
Ketua Komisi III DPRD Karawang, Dedy Indra Setiawan, mengatakan tim investigasi nantinya dapat dikoordinasikan DLH Karawang dengan melibatkan perwakilan nelayan, organisasi nelayan, akademisi maupun ahli yang memiliki kompetensi.
“Harus dibikin tim investigasi independen. Nanti Dinas LH yang mengepalai dan perwakilan dari para nelayan,” kata Dedy.
Menurut Dedy, investigasi independen diperlukan agar persoalan dugaan oil spill tidak berhenti pada klaim masing-masing pihak. Sumber limbah harus dibuktikan melalui pemeriksaan yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Di tengah proses penelusuran tersebut, PHE ONWJ juga menunjukkan langkah tanggung jawab terhadap kondisi pesisir dengan ikut melakukan pembersihan area terdampak.
PHE ONWJ bersama DLH Karawang, Pemerintah Desa Sedari, Pemerintah Desa Cemara Jaya dan FK-KKPMP melakukan pembersihan pesisir sejak 27 hingga 30 Agustus 2026.
Material dan tanah yang dinyatakan terkontaminasi telah diangkut untuk dikelola pihak ketiga pengolah limbah B3 berizin sesuai prosedur dan standar lingkungan.
Dengan dukungan PHE ONWJ terhadap audit independen, proses penelusuran dugaan oil spill di laut Karawang kini diharapkan berjalan transparan dan tidak berpihak.
Audit independen diharapkan mampu menjawab secara terang dari mana sumber ceceran minyak, bagaimana jalur penyebarannya, serta apa dampaknya terhadap ekosistem laut dan kehidupan nelayan Karawang.
PHE ONWJ menegaskan tidak akan menutup diri terhadap proses verifikasi dan masukan dari masyarakat maupun pemangku kepentingan.
Sikap tersebut menjadi ruang untuk membuka fakta secara objektif. Jika hasil audit membuktikan sumber tertentu, fakta itu harus disampaikan secara terbuka dan dipertanggungjawabkan.(Pri)

















Komentar