Karawang, SURYADINAMIKA.NET- Proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SDN Jayamukti, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, yang menelan anggaran sebesar Rp283.787.000 dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2026, menjadi sorotan.
Pasalnya, pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh CV Putra Surya Sadane tersebut dinilai berjalan lambat. Bahkan, aktivitas pekerjaan disebut-sebut kerap terhenti lantaran para pekerja sering libur, sehingga progres pembangunan dianggap belum menunjukkan perkembangan yang maksimal.
Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Kepala SDN Jayamukti, H. Tohajudin. Saat dikonfirmasi media, Kamis (5/11/2026), dirinya mengungkapkan bahwa pekerjaan pembangunan ruang kelas baru itu sudah berlangsung lebih dari satu bulan. Namun, progres pekerjaan dinilai masih belum memuaskan.
Menurut H. Tohajudin, pihak sekolah bahkan sudah beberapa kali menegur pelaksana pekerjaan agar lebih serius dan meningkatkan intensitas pengerjaan, sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai target waktu yang telah ditentukan.
“Sudah sering ditegur pihak pelaksananya karena pekerjaan sering libur. Progresnya masih seperti itu, padahal pekerjaan sudah sekitar satu bulan lebih. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih giat lagi dalam pekerjaannya,” ungkap H. Tohajudin.
Ia berharap pihak pelaksana dapat lebih memperhatikan efektivitas waktu pengerjaan, mengingat pembangunan ruang kelas baru tersebut sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah.
Terpisah, salah seorang pekerja di lokasi, Tarkim, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pekerjaan pembangunan tersebut sudah berjalan selama kurang lebih satu bulan. Ia juga menjelaskan bahwa jumlah pekerja yang terlibat dalam pelaksanaan proyek tersebut sebanyak empat orang. Sementara itu, berdasarkan informasi pekerjaan, proyek pembangunan RKB SDN Jayamukti tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp283.787.000, dengan masa pelaksanaan selama 60 hari kerja yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun 2026.
Dengan nilai anggaran ratusan juta rupiah dan batas waktu pengerjaan yang telah ditentukan, pelaksanaan proyek ini diharapkan mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Publik tentu berharap pembangunan fasilitas pendidikan tersebut tidak sekadar mengejar penyelesaian secara administratif, tetapi juga memperhatikan kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, serta kesesuaian antara pelaksanaan di lapangan dengan spesifikasi dan kontrak pekerjaan.
Pihak pelaksana juga diharapkan segera meningkatkan jumlah maupun intensitas tenaga kerja apabila diperlukan, agar pembangunan tidak mengalami keterlambatan dan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan. Transparansi dan pengawasan menjadi hal penting agar anggaran pendidikan yang bersumber dari uang negara benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, khususnya bagi siswa SDN Jayamukti.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek dari CV Putra Surya Sadane belum berhasil dimintai keterangan terkait lambannya progres pembangunan serta aktivitas pekerjaan yang disebut-sebut kerap libur. Begitu pun pihak pengawas dari dinas terkait, belum dapat dimintai keterangan mengenai hasil pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut.
Redaksi menegaskan bahwa pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan narasumber di lapangan. Untuk menjaga prinsip keberimbangan dan profesionalitas jurnalistik, redaksi memberikan ruang seluas-luasnya kepada pihak CV Putra Surya Sadane maupun pihak pengawas dari dinas terkait untuk menyampaikan hak jawab, klarifikasi, ataupun penjelasan resmi atas persoalan tersebut.
Hak jawab dan klarifikasi tersebut akan dimuat kembali sebagai bagian dari komitmen redaksi dalam menyajikan informasi yang berimbang, akurat, dan sesuai dengan kaidah jurnalistik. (Irw)











Komentar