Mr Lam Chin Hee : Petani Di Malaysia Terlalu Manja

Mr Lam Chin Hee

Karawang,,|SDM| Petani di Indonesia, khususnya di Karawang Jawa Barat, sering mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Regulasi saat ini seorang petani bisa mendapatkan pupuk bersubsidi dengan menggunakan Kartu Tani. Itupun tidak seberapa, tak sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Haji Ijang, seorang petani asal Desa Pasirkamuning Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang, perpetani hanya mendapatkan jatah subsidi untuk 2 hektar sawah. Perhektar mendapat jatah 2,75 kwt urea dan 150 kg TSP. Jadi, bila petani memiliki sawah luasnya lebih, terpaksa harus membeli pupuk non subsidi.

Baca Juga  Delia Julianti, Guru SDIT Al-Ikhlash Cirejag Raih Juara 1 Lomba Apresiasi GTK Tingkat Kabupaten Karawang

Lain halnya dengan petani di Malaysia, negri tetangga kita. Mr Lam Chin Hee, CO PT Advansia Indotani, yang mendampingi karyawan pemasaran nya di depan para petani Kelompok Tani Resep Makanya 1 Desa Pasirkamuning mengatakan, petani di Malaysia itu terlalu manja.

“Petani di Malaysia itu terlalu manja,” ucap Mr Lam dalam logat Melayu nya.(2/9).

Mr Lam mengatakan, petani di Malaysia banyak mendapat subsidi dari pemerintah. Dari memperoleh bibit, pengolahan lahan, mendapat pupuk dan obat-obatan, panen, sampai menggiling gabah di penggilingan mendapatkan subsidi pemerintah.

Baca Juga  Komisi II DPRD Karawang Kembalikan Soal Revitalisasi Pasar Telagasari ke Desa dan Pedagang

Masih menurut Mr Lam, harga gabah di Malaysia dikontrol Pemerintah. Petani tidak bisa semena-mena menentukan harga.

Mr.Lam hadir di forum tersebut dalam rangka mendampingi pemasaran produk PT Advansia Indotani di Desa Pasirkamuning Kecamatan Telagasari.(red)

.

Jangan Lewatkan