BNET Academy Dorong 14 SMK Siapkan Talenta Sesuai Kebutuhan Industri

Sekolah didorong memetakan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja agar pembelajaran di SMK semakin relevan dengan tuntutan industri.

BNET Partner Summit 2026 mempertemukan 14 sekolah mitra BNET Academy. Forum ini menjadi ruang untuk menyelaraskan kompetensi lulusan SMK, kurikulum, dan kebutuhan dunia kerja./SURYADINAMIKA/ist

KARAWANG – SURYA DINAMIKA.NET

BNET Academy memperkuat penyiapan talenta digital dari kalangan SMK agar sesuai dengan kebutuhan industri telekomunikasi dan teknologi yang terus berkembang di Karawang.

Upaya tersebut dibahas dalam BNET Partner Summit 2026 yang mempertemukan 14 sekolah mitra BNET Academy.

Forum ini menjadi ruang untuk menyelaraskan kompetensi lulusan SMK, kurikulum, dan kebutuhan dunia kerja.

Sebanyak 14 sekolah mengikuti kegiatan tersebut, yakni SMKN 13 Bandung, SMKN 1 Karawang, SMKN 3 Karawang, SMKN Jayakerta,
SMKN 1 Cilamaya, SMKN 1 Klari, SMKN Tirtamulya, SMKN Cilebar, SMKN 1 Cibatu, SMKN Plered,SMKN Pebayuran,SMK Dewantara, SMK Budi Mulia dan SMKN Kupang.

BNET Academy memaparkan perkembangan kebutuhan talenta digital serta arah industri telekomunikasi dan teknologi sebagai acuan bagi sekolah dalam menyiapkan kompetensi siswa.

Baca Juga  HUT Karawang ke-393, Bupati Aep Pasang Target , Birokrasi Dipangkas Pembangunan Tak Boleh Mandek”

Sinkronisasi Kurikulum Merdeka dengan kebutuhan industri menjadi salah satu pembahasan utama.

Sekolah didorong memetakan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja agar pembelajaran di SMK semakin relevan dengan tuntutan industri.

BNET Academy juga memperkenalkan Kurikulum Industri BNET Academy sebagai pendekatan pembelajaran yang mengacu pada kebutuhan dan standar industri telekomunikasi.

CEO & Founder BNET Academy, Zulfah Haifa, mengatakan penguatan kemitraan dengan sekolah diperlukan agar program pembinaan kompetensi dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Tujuannya adalah memperkuat kerja sama dan kolaborasi, sehingga program-program yang dijalankan di sekolah dapat terus berkelanjutan,” ujar Zulfah.

Baca Juga  Penyidikan KPR BAS Karawang Melebar, Kejari Tetapkan Lagi Dua Tersangka Baru dan Telusuri Aliran Uang

Dari sisi industri, Kabupaten Karawang Jawa Barat dinilai memiliki peluang besar bagi tenaga kerja lokal seiring pertumbuhan kawasan dan masuknya berbagai industri baru.

Kondisi tersebut sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

CEO & Founder BNET, Roberto Gustinov, mengatakan kesiapan SDM lokal menjadi bagian penting dalam menghadapi pertumbuhan industri di Karawang.

“Kita melihat banyak industri baru yang hadir dan berkembang di Karawang. Pertanyaannya adalah bagaimana SDM kita siap untuk ikut menjadi pemain di tengah perkembangan tersebut,” kata Roberto.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BNET Academy menjalankan program Sekolah Binaan, termasuk BNET for Teacher dan Young Network Camp (YNC).

Baca Juga  Protean Institute Perkuat Konselor Keluarga Hadapi Tiga Krisis Sosial

Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas guru dan memperkuat kompetensi siswa agar lebih dekat dengan standar industri telekomunikasi dan teknologi.

Penguatan kompetensi juga didukung melalui peran tutor guru di sekolah mitra.

BNET Academy memberikan apresiasi kepada Arie Komara, S.Kom. dari SMKN 1 Cibatu, Latif Abdul Salam, S.Tr.Kom. dari SMK Budi Mulia, serta Putra Dewa Pasi, S.Kom., Gr. dari SMK Dewantara 2.

Melalui BNET Partner Summit 2026, BNET Academy menegaskan komitmen memperkuat hubungan sekolah dan industri.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memastikan lulusan SMK memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan mampu mengambil peluang di tengah pertumbuhan industri Karawang.(Pri)

Komentar