Nota Bersama Prodi KPI Se-Indonesia Di FORDAKOM Medan

Samosir Sumut,|SDM|Memasuki paruh waktu hari kedua dan ketiga kegiatan Forum Dekanat Dakwah dan Komunikasi (FORDAKOM) Medan, mengagendakan FGD Asosiasi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam se Indonesia (ASKOPIS).

Kegiatan, diawali oleh pengenalan diri perwakilan Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) di FORDAKOM.
Berlanjut kemudian dilakukannya pertukaran ide dan gagasan, menyoal layanan pembelajaran mahasiswa, Jum,at (3/5/24) siang.

Jumpa antar Prodi KPI se PTKIN Se-Indonesia digelar di Mariana Resort president Suite, lt. 3.

Baca Juga  Wujud Peduli Masyarakat, Sambut HKN 2026, Puskesmas Cicinde Banyusari Gelar Sunatan Massal

Disebutkan, acuan layanan dan pembelajaran saat ini adalah kurikulum OBE.
Kurikulum ini diharapkan mampu beradaptasi mengikuti tuntutan era modernisasi.

Kaprodi KPI Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, menjelaskan, pada kurikulum OBE ada level mata kuliah yang metoda pembelajaran dan penilaiannya berbeda sehingga sangat berpengaruh signifikan terhadap Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Diharapkan, kurikulum ini dapat diimplementasikan dan direkomendasi di tingkat Asosiasi.

Nanang tegaskan, Kurikulum itu harus progresif dan memenuhi kebutuhan mahasiswa.
Guru Generasi Z, adalah teknologi dan internet, karenanya setiap dosen dituntut untuk mampu kreatif menyampaikan pembelajaran”, ungkapnya.

Baca Juga  Proyek Rehabilitasi SDN Gempol I Banyusari Terhenti, Anggaran Belum Cair Jadi Alasan, Dana Talangan Dipertanyakan

Pula dengan Pedoman tugas akhir non skripsi yang harus sesegera mungkin diimplementasikan sehingga pemikiran mahasiswa dapat cepat berkembang menyesuaikan proyeksinya masing – masing, seperti menjadi broadcaster, jurnalis, atau peneliti “, pungkas Nanang.

ASKOPIS menyebut, di FGD kali ini pihaknya secara bersama temukan sejumlah catatan penting untuk segera dilakukan langkah – langkah kebijakan diantaranya, kurikulum OBE, kreatifitas pembelajaran, pedoman tugas akhir yang disepakati bersama, skema uji kompetensi, sertifikat kompetensi untuk mahasiswa di asosiasi atau masing masing Prodi.

Baca Juga  Proyek RKB SDN Jayamukti Banyusari Rp283 Juta Disorot, Pekerjaan Dinilai Lamban dan Sering Libur

Berdasar itu, setiap prodi memiliki acuan dan referensi guna diterapkan pada lembaganya masing-masing. (Mochamad Sinung Restendy )

Komentar