
BANTUL, YOGYAKARTA – SURYADINAMIKA.NET
SMA Negeri 1 Piyungan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, memperkuat komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penguatan kompetensi bagi kader sekolah berbudaya, aman, dan nyaman yang digelar Kamis (29/10/2026).
Sebanyak 50 siswa dan siswi terpilih mengikuti kegiatan tersebut sebagai kader sekolah.
Mereka dipersiapkan menjadi penggerak perubahan sekaligus garda terdepan dalam membangun budaya positif dan mencegah berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan.
Kegiatan menghadirkan narasumber utama Mochammad Sinung Restendy, M.Pd.I., M.Sos., penggagas SPIDI Center Education and Motivation, lembaga pengembangan di bawah Yayasan Spirit Dakwah Indonesia yang berfokus pada pendampingan sekolah, penguatan karakter, teknologi pembelajaran, edukasi, motivasi, serta pengelolaan Pesantren Jurnalistik dan kewartawanan.
Kepala SMAN 1 Piyungan, Bekti Mulatsih, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa segala bentuk perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah harus dihentikan.
Pencegahan tidak cukup hanya menjadi imbauan, tetapi harus diwujudkan melalui kesadaran, kepedulian, dan keterlibatan seluruh warga sekolah.
Ia berharap keberadaan 50 kader yang telah menerima pembekalan akan mampu menerapkan pengetahuan tersebut secara nyata.
Mereka juga diharapkan menjadi agen perubahan yang dapat menularkan perilaku positif kepada teman sekelas maupun lingkungan sekolah secara luas.
Sementara itu, penyampaian materi oleh Mochammad Sinung Restendy berlangsung interaktif dan inspiratif. Pendekatan komunikatif yang dibangun narasumber berhasil mendorong antusiasme peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Piyungan menegaskan bahwa menciptakan sekolah aman dan nyaman membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen pendidikan. Para kader diharapkan tidak sekadar memahami materi, tetapi mampu menjadi pelopor kepedulian, memperkuat karakter, serta berani mengambil peran dalam mencegah kekerasan dan perundungan.
Sekolah pun optimistis pembekalan tersebut menjadi langkah konkret dalam membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, peduli terhadap sesama, serta memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan pendidikan.(Adin Novitasari/MSR)










Komentar