Ponpes Jamiyatul Hikmah Mengharap Perhatian Pemerintah dan Kemenag.,

Daerah, Pendidikan522 views

Karawang – SURYADINAMIKA.net – Dunia pendidikan, baik  formal maupun non formal tak lepas dari pendidikan keagamaan. Karena pendidikan keagamaan merupakan salah satu metode untuk mendidik akhlak yang baik dan benar, serta berjiwa luhur.Bicara soal pendidikan agama yang sifatnya non formal  adalah pendidikan Pondok Pesantren (PONPES).

Selama ini, PONPES umumnya didirikan dan dikelola pihak swasta. Meski diakui beberapa dekade, PONPES banyak mendapat perhatian (bantuan) pemerintah, Daerah maupun Pusat, tapi masih ada (banyak) yang belum tersentuh. Salah satunya Ponpes Jam’iyyatul Hikmah yang berada di Dusun Rengas, Rt 001/Rw001 Desa Karyabakti Kecamatan Batujaya Kabupeten Karawang Jawa Barat. Ponpes tersebut milik Ustad Sule, sekaligus beliau menjadi Pimpinan Ponpes dan pengajar.

Kondisi Pondok Pesantren yang memiliki santri 80 orang itu, sangat memprihatinkan. Bangunan yang sederhana, bahkan atap sering bocor dikala hujan besar. Hal lain yang dikeluhkan Ustad Sule, adalah  jalan lingkungan di sekitar Ponpes, yang kondisinya kurang baik, Lampu penerangan di sekitar Ponpes juga gelap sehingga dibutuhkan PJU.

“Memang kondisi  pesantren ini masih sangat kurang,  kobongnya masih begini, atapnya bocor, jalan juga masih sering jeblog. Belum dicor, penerangan di lingkungan ini gelap belum ada listrik, saya sudah minta PJU tapi belum juga dikasih.” Ucap Ustad Sule. (20/05/2022).

Lanjut Ustad Sule, pihaknya berharap perhatian dari pemerintah, baik pemeintah Desa, Kabupaten atau Pusat, terutama bantuan sarana pendidikan, karena banyak santri yang takut gelap dan para orang tua khawatir anak mereka tercebur kali dikarenakan kondisi jalan di depan pondok yang kondisinya buruk.

Salah seorang wali santri yang tidak mau di sebutkan namanya kepada awak media ini mengatakan ” Saya sangat prihatin dengan kondisi podok pesantren punya ustad Sule, karena kalau waktu hujan banyak yang bocor sehingga tidak bisa melanjutkan belajar lagi. Ada kejadian waktu ada angin kencang atap yang memakai Asbes jatuh terbawa angin, untungnya tidak menimpa anak saya dan santri santri lain yang lagi belajar.”  tuturnya.

Di akhir perbincangan, Ustad Sule berharap pemerintahan setempat dan juga Kementrian Agama, dapat memperhatikan dan memberikan bantuan fasilitas belajar  santri. Supaya prose pembelajaran Agama dapat berjalan dengan aman dan nyaman.
(Beyy/ Rayy)

banner 970x250

Komentar